DetikFood (14/08/15) telah merangkum beberapa hidangan klasik Minang yang lezat dan populer karena rasanya yang sedap. Pemakaian santan segar dan teknik memasak 'slow cooking' membuat kelezatannya sulit dilupakan.
1. Rendang
|
Foto: Detikfood
|
Secara garis besar, rendang adalah gulai daging sapi yang terus dimasak hingga terkaramelisasi. Jika dimasak dengan benar, tekstur daging akan sangat empuk dan bumbunya harum. Rendang tidak selalu dibuat dari daging sapi. Masakan khas Kapau, misalnya, mengenal rendang ayam. Ada juga rendang talua (telur) dan rendang jariang (jengkol) di Payakumbuh.
2. Gulai
|
Foto: Detikfood
|
Tak hanya daging dan jeroan yang cocok diolah jadi gulai. Ada gulai kepala ikan kakap merah atau ikan kerapu yang lezat, gulai telur, dan gulai sayuran seperti gulai paku/pakis, dan gulai nangka muda (cubadak).
Di Bukititinggi, terdapat menu khas berupa gulai tambusu. Gulai ini dibuat dari usus sapi yang diisi kocokan telur berbumbu. Untuk membuatnya, usus sapi harus direbus terlebih dulu hingga empuk dan aromanya tidak menyengat. Barulah diisi dengan campuran telur ayam dan bebek. Setelah diisi, usus masih harus direbus hingga matang dan diaduk terus menerus agar matangnya merata.
3. Asam Padeh
|
Foto: Detikfood
|
Bumbu yang digunakan antara lain cabai merah, kunyit, kemiri, bawang merah, bawang putih, lengkuas, dan jahe. Olahan asam padeh yang terkenal adalah asam padeh ikan tongkol. Namun jenis ikan lain seperti kakap, tuna, kembung, dan gurami juga bisa digunakan. Selain ikan, ada pula asam padeh cumi dan asam padeh daging.
4. Dendeng
|
Foto: Detikfood
|
Dendeng balado memiliki ciri utama berupa penggunaan sambal cabai merah. Sambal ini juga dibuat dengan bawang merah dan garam yang ditumis hingga menebar aroma harum dan ditambahkan di atas irisan daging tipis. Sementara itu, dendeng batokok merupakan dendeng pipih yang disiram sambal lado mudo. Sambal ini terbuat dari cabai hijau yang diulek kasar, bawang merah, dan garam.
Dendeng baraciak lebih jarang ditemui di restoran Padang. Dendeng yang berarti 'diracik' ini punya keunikan berupa tekstur daging yang agak tebal sehingga mirip empal. Untuk sambalnya, dendeng baraciak diberi irisan cabai hijau, bawang merah, tomat, dan perasan asam sundai (jeruk purut). Untuk dendeng lambok, bentuknya seperti dendeng balado namun tidak garing alias basah. Ini sesuai dengan nama 'lambok' yang berarti lembap atau basah.
5. Itiak Lado Mudo
|
Foto: Detikfood
|
Di Jakarta, olahan itiak lado mudo dapat ditemui di rumah makan nasi kapau khas Bukittinggi seperti yang ada di kawasan Kramat Raya. Sementara di Padang, RM Ngarai di dekat ngarai Sianok Bukittinggi sangat dikenal dengan hidangan ini.
Halaman 2 dari 6

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN