Penelitian awal menunjukkan bahwa daerah pertumbuhan teh menurun di beberapa bagian dunia hingga 40-55% dalam dekade mendatang. Tentu saja menurunkan kualitas teh itu sendiri karena adanya perubahan iklim.
Di akhir musim semi, petani di seluruh provinsi Yunnan China pergi ke lereng bukit tempat perkebunan teh berada. Memetik dua daun teh segar di pucuk-pucuk pohon teh. Teh dipanen pada musim semi dan musim gugur yang merupakan sumber pendapatan bagi petani di provinsi Yunnan, salah satu provinsi paling berkembang di China.
Ketika waktunya tepat, petani akan memproses kedua daun teh tersebut menjadi beberapa teh terbaik di dunia. Harganya bisa mencapai Rp 1,3 juta per 500 gram untuk teh berkualitas tinggi. Bahkan teh terbaik akan dibeli hingga Rp 13 juta per gram oleh kolektor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stepp, bagian dari konsorsium peneliti yang bertujuan untuk mengeksplorasi dampak perubahan iklim terhadap teh terkenal di kawasan Yunnan. Hingga kini belum membuahkan hasil.
Di luar data iklim, Stepp dan Orians juga telah mewawancarai petani tentang persepsi mereka mengenai curah hujan. Mayoritas petani sejauh ini melihat bahwa hujan dan suhu yang meningkat berdampak besar terhadap kualitas teh.
"Teh di China sebagian besar berada di dataran tinggi sehingga suhu optimal adalah antara 13-30 ° C,” tutur Biggs.
Biggs dan koleganya di Assam, Niladri Gupta, juga menganalisis data suhu dan kelembaban dan membandingkannya dengan hasil teh di musim tertentu untuk melihat apakah faktor iklim mempunyai pengaruh besar terhadap hasil teh saat ini atau mungkin di masa mendatang.
Di luar Assam, Brouder mengatakan bahwa perubahan iklim muncul sebagai keprihatinan utama bagi petani teh. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan dengan petani, pembeli, dan pedagang sebagai bagian dari proyek Tea 2030. Meskipun demikian, masih ada harapan bahwa teh dari Assam dan lokasi lainnya masih bisa menjadi bagian dari masa depan.
Penanaman teh memerlukan waktu yang cukup panjang dan tidak mudah dipindahkan atau diganti begitu saja. Itu berarti, untuk mempersiapkan perubahan di masa mendatang, petani dan perusahaan harus bertindak segera mungkin agar teh tetap tersedia hari ini hingga di masa depan.
(odi/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN