Makanan Olahan Bisa Lebih Kaya Nutrisi Dibandingkan Makanan Segar

Makanan Olahan Bisa Lebih Kaya Nutrisi Dibandingkan Makanan Segar

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Rabu, 01 Jul 2015 17:07 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Selama ini makanan olahan sering dicap buruk karena berdampak negatif bagi kesehatan. Nyatanya, tak semua seperti itu. Beberapa jenis makanan olahan justru memiliki nutrisi lebih banyak dibanding yang segar. Apa saja makanan tersebut?

Seperti dilansir dari Daily Mail (01/07/15), para ahli gizi di Inggris mengatakan tidak seharusnya semua makanan olahan dihindari. Mereka mencontohkan susu sapi sebenarnya termasuk makanan olahan. Jika diminum langsung, susu sapi justru berisiko buruk bagi kesehatan.

Begitu juga dengan buah dan sayuran yang diolah menjadi beku, seperti brokoli, buncis, dan kacang polong. Penelitian membuktikan keduanya memproduksi lebih banyak antioksidan pelawan kanker dibanding buah dan sayuran segar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu sebenarnya apa definisi makanan olahan? National Health Service (NHS) di Inggris mendefinisikannya sebagai makanan apapun yang telah diubah dari keadaan alaminya dengan beberapa cara.

Ahli gizi di British Dietetic Association, Helen Bond menjelaskan, β€œSelama ini banyak orang salah asumsi. Mereka beranggapan makanan olahan adalah makanan yang diproses di microwave dan makanan siap saji saja padahal kenyatannya tidak seperti itu.”

Ia menambahkan pembekuan, pengalengan, pemanggangan, pengeringan, dan pasteurisasi adalah proses mengolah makanan. β€œSangat penting diingat bahwa istilah 'olahan' berlaku untuk makanan secara luas. Bahkan banyak diantara makanan tersebut dapat menjadi bagian dari menu sehat,” ujar Bond.

Bond juga ingin mematahkan anggapan 'fresh is always best' karena kenyataannya tak seperti itu. β€œFaktanya, banyak buah dan sayur beku mengandung lebih banyak zat gizi ketika dibekukan. Hal ini karena proses pembekuan menghindarkan vitamin dalam buah dan sayur hilang akibat paparan cahaya matahari, suhu panas, ataupun penyimpanan yang kurang tepat,” ujarnya.

Contoh lain dari makanan olahan yang lebih sehat dibanding yang segar adalah jenis makanan kalengan. β€œTomat kalengan, misalnya, mengandung lebih banyak lycopene dibandingkan tomat segar.” Bond menjelaskan, proses pengalengan-lah yang justru membuat lycopene lebih mudah diserap tubuh. Lycopene sendiri berperan melindungi tubuh dari penyakit kanker dan jantung.

Walaupun begitu Bond mengingatkan agar konsumen memperhatikan makanan olahan yang dibeli. Jangan sampai membeli produk yang sudah ditambahkan gula, garam, dan lemak terlalu banyak. β€œTriknya adalah selalu baca label makanan sebelum membeli,” tuturnya.

Selain memperhatikan gula, garam, dan lemak tambahan, Bond menjelaskan konsumen juga perlu membatasi konsumsi daging olahan karena berisiko menyebabkan kanker usus.

β€œTidak diketahui persis mengapa ada hubungan antara kanker usus dengan daging olahan. Namun ada beberapa senyawa dalam daging olahan yang menyebabkan kanker usus tersebut, seperti N-Nitroso,” jelas Bond.

Daging olahan yang dimaksud termasuk sosis, bacon, ham, salami, pastrami, dan kornet. Karena bahaya yang ditimbulkan tersebut, World Cancer Research Fund bahkan tidak merekomendasikan konsumsi daging olahan sama sekali.

(adr/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads