Seringkali hidangan buka puasa disajikan berlimpah. Ini dapat memicu limbah makanan karena tak semua sajian habis disantap. Di Malaysia, tiap tahun sekitar 270.000 ton sisa makanan yang masih layak konsumsi terbuang sia-sia saat ramadan.
Dilansir dari Astro Awani (20/06), Solid Waste and Public Cleansing Management Corporation (SWCorp) menyebut jumlah makanan itu bisa memberi makan 180 juta orang. Korporasi yang mengawasi sistem pengelolaan sampah di Malaysia ini menambahkan besarnya sisa makanan 6 kali lipat populasi Malaysia yang memiliki 27 juta penduduk.
CEO SWCorp, Ab. Rahim Md. Noor, mengatakan sekitar 9.000 ton makanan dibuang tiap hari selama Ramadan. Jumlah ini bisa memberi makan 6 juta orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu berbagai inisiatif telah dilakukan SWCorp. Diantaranya membuat kesepakatan dengan hotel dan restoran untuk mendonasikan sisa makanan ke lembaga-lembaga yang membutuhkan.
Presiden Persatuan Pengguna Islam Malaysia (PPIM), Nadzim Johan, mengklaim bahwa sisa makanan berlebihan selama Ramadan karena terlalu banyak menyajikan makanan.
"Prasmanan yang disiapkan, terutama oleh hotel, sangatlah besar. Dalam hal ini, pemilik hotel harus mengatur mekanisme untuk mendenda pelanggan yang membuang makanan. Jika hotel punya mekanismenya, saya yakin pelanggan akan berpikir dua atau tiga kali sebelum membuang-buang makanan," tutur Nadzim, seperti dilansir dari Bernama (19/06).
Cheah Swee Hee selaku presiden Asosiasi Hotel Malaysia setuju bahwa pemborosan makanan selama Ramadan merupakan akibat dari persiapan berlebihan.
"Asosiasi kami bekerja sama dengan SWCorp untuk mendidik masyarakat agar tidak membuang makanan terutama saat bulan puasa. Untuk tujuan ini, kami telah memasang poster sebagai langkah awal guna memberi saran dan edukasi, sebelum mengambil tindakan apapun untuk mendenda mereka yang mana akan menjadi pilihan terakhir," jelas Cheah Swee Hee.
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN