Mengikuti WSFC 2015, Gudeg Yu Nap Dapat Pengalaman Istimewa

Mengikuti WSFC 2015, Gudeg Yu Nap Dapat Pengalaman Istimewa

Tania Natalin Simanjuntak - detikFood
Selasa, 16 Jun 2015 13:10 WIB
Foto: DetikFood, Bango
Jakarta - Keragaman dan kelezatan makanan Indonesia sudah terdengar hingga mancanegara. Walau begitu, makanan Indonesia belum sepopuler​ makanan negara Asia lainnya. ​Promosi hidangan Indonesiapun terus dilakukan.​

Karena hal inilah, Kecap Bango, produk PT Unilever Indonesia Tbk.​ ​merasa sangat perlu ​
me​mperkenalkan​ makanan khas Indonesia di kancah internasional. Empat penjaja kuliner Indonesia dihadirkan oleh Kecap Bango dalam ​World Street Food Congress di Singapura bulan April lalu. ​

Salah satu​ yang beruntung dapat berpartisipasi di World Street Food Congress (WSFC) adalah Jeffrie Sie, pemilik dari Gudeg Yu Nap dari​ Bandung. Pada kesempatan Festival Jajanan Bango 2015, Minggu (14/06) lalu, pria ini bercerita tentang pengalaman yang tak akan ia lupa selama hidupnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya sudah berjualan Gudeg Yu Nap selama sepuluh tahun dengan gerai yang sangat sederhana. Bahkan saya sempat mengira bahwa Bango berbohong ketika saya pertama kali diberitahu jika Gudeg Yu Nap lolos ke WSFC,” kata pria yang asli Cirebon ini.

Namun ajakan Kecap ​Bango kepada Jeffry untuk mengikuti WSFC adalah saat yang ia kenang seperti sedang bermimpi. “Tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa gudeg Yu Nap bisa sampai ke Singapura. Kami belajar banyak di WSFC, apalagi tentang menangani makanan dan kebersihan makanan. Lucunya, saya juga sempat ngotot-ngototan sama panitia WSFC, karena gudeg saya ini harus dimasak 3 hari lamanya,” katanya.

Jeffrie bercerita, Gudeg Yu Nap punya sedikit perbedaan dari gudeg lainnya. Gudegnya tidak terlalu basah seperti gudeg Solo dan tidak kering seperti gudeg Jogja. Memasaknya juga harus 3 hari.

“Apalagi, adonan gudegnya harus selalu diaduk seperti membuat dodol. Sebenarnya bisa saja kami membuat gudeg yang langsung jadi, tapi kami berusaha menjaga keaslian gudeg agar tetap lestari,” kata Jeffrie yang mengaku merinding melihat antrian orang membeli gudeg di WSFC.

Karena proses pembuatan gudeg yang lama itulah, ia membuktikan gudegnya bisa tahan lama di suhu ruangan selama 3 hari. Bahkan, jika ditaruh di dalam lemari pembeku, Gudeg Yu Nap bisa tahan hingga 3 bulan.

“Ini bukan karena dikasih pengawet, tapi karena adonan gudeg tersebut sudah dimasak hingga meresap sempurna. Bahan-bahan yang kami pilih juga tidak sembarangan.” ujarnya.

Kini, Gudeg Yu Nap bisa memasak adonan gudeg sebanyak 1 atau 2 kwintal sekali masak. Banyak juga beberapa orang Singapura yang kebetulan kerja di Bandung memesan berkilo-kilo gudeg yang telah beku untuk dibawa ke Singapura. Hal ini belum termasuk pelanggan yang sehari-hari datang ke gerai dan banyak langganan dari Jakarta.

“Sekarang, saya semakin mahir dalam menangani hidangan dan semakin menjaga kebersihan. Saya merasa sangat bersyukur pernah mendapat kesempatan seperti ini,” tutupnya.

(tan/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads