Jakarta -
Tanpa kita sadari, kita sering bersantap di restoran atau luar rumah. Sering juga terlupa akan kebersihan dan nutrisi dari makanan tersebut. Padahal, tak semua sajian di restoran tersebut dibuat dengan cara sehat dan higienis.
Sebagai konsumen, sudah sepatutnya kita lebih teliti akan asupan makanan. Setelah melakukan riset kecil-kecilan, ada baiknya juga kita bisa mengatur agar menu yang kita makan lebih banyak mengandung sayur dengan porsi yang tepat.
5. Jangan tergoda ca​milan
Foto: Thinkstock
|
Hati-hatilah dengan restoran yang menawarkan camilan sebelum makanan sebenarnya datang. Hal ini bisa jadi trik dari restoran agar Anda tergoda dan mengeluarkan uang lebih banyak.Makan banyak camilan sebelum makan juga berpotensi Anda bisa menimbun lebih banyak kalori, lemak, dan gula. Kalaupun Anda sangat menginginkan camilan tersebut, pilihlah yang rendah kalori dan lebih sehat.
6. Sesuaikan pesanan
Foto: Thinkstock
|
Jangan pernah malu untuk bertanya sesuatu kepada pihak restoran atau pelayan. Jika Anda menginginkan makan siang dengan ikan yang kebetulan di restoran tersebut disajikan dengan digoreng, tanyakan apakah bisa dibakar. Karena, makanan apapun yang digoreng akan bertambah jumlah kalorinya. Jangan takut juga dalam menanyakan bagaimana makanan tersebut dimasak, seperti ayam atau sayuran. Semuanya itu untuk kesehatan Anda.
7. Sayuran​
Foto: Thinkstock
|
Biasanya, jumlah sayuran dalam suatu menu utama di restoran sangat sedikit. Padahal, kebutuhan serat dan vitamin Anda setiap hari juga cukup tinggi. Karena itu, pesanlah sayuran lebih banyak dari porsinya. Atau, bisa juga dalam bentuk salad. Jika salad tersebut disajikan dengan saus, mintalah untuk memisahkan saus dari salad agar Anda bisa menakar sendiri saus yang dikonsumsi.
8. Vegetarian mendadak​
Foto: Thinkstock
|
Mengonsumsi sayuran memang baik untuk tubuh. Namun, hal ini juga bukan berarti Anda harus tiba-tiba menjadi vegetarian. Bagaimana pun juga, tubuh membutuhkan asupan kalori, gula, dan lemak yang seimbang. Semuanya tergantung kita untuk selektif dalam menyortir setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh.
(Tania Natalin Simanjuntak/Odilia Winneke)