Shani Ha, adalah seniman kelahiran Prancis keturunan Aljazair yang sekarang tinggal di New York. Inspirasinya datang karena penelitian kecil-kecilannya yang melihat kota New York sangat padat dengan banyak orang yang saling tidak peduli satu sama lain. Orang-orang ini malah berinteraksi lewat gadget mereka. Melalui sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram, Tinder, dan lainnya.
Menurutnya, tak ada yang mengalahkan interaksi antar manusia dengan saling menatap muka sambil menikmati hidangan bersama. Maka ia membuat instalasi seni yang berjudul “Table for Two”, berupa satu meja dengan dua kursi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siapapun yang duduk di kursi ini diberikan pilihan untuk meninggalkan gadget mereka dan menatap siapapun yang ada di hadapan mereka atau refleksi mereka sendiri di atas kaca.
“Kaca yang berada di meja makan ini sebenarnya tidak berbeda dengan layar kaca pada gadget kita. Layar pada gadget yang bisa jadi penghalang atau penyambung hubungan kita pada orang lain.” jelasnya.
Shani Ha dalam karyanya ini ingin menyampaikan ia ingin membuat jembatan baru bagi orang-orang dengan membuat kaca ini sebagai interaksi model baru. Pernah suatu kali Shani Ha melihat ada dua orang tuli yang duduk di meja ini dan berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Ada juga sepasang kekasih yang saling mengobrol lewat telepon.
Meja dan kursi ini yang terpisah ini juga sengaja tidak dijelaskan kepada para pengunjung restoran. Tetapi, siapapun yang lewat di depan bangunan ini tentu merasa penasaran dan ingin duduk di salah satu kursinya. Dengan melihat hal ini, orang-orang bisa belajar sulitnya berkomunikasi dengan penghalang kaca. Dua orang asing yang saling tidak mengenal satu sama lain juga bisa mulai mendengarkan satu sama lain sambil menikmati secangkir teh peppermint yang hangat.
Di atas meja ini, Shani Ha juga menyajikan kepada keduanya teh peppermint hangat. Hal ini ia lakukan seperti kebiasaan adat dari Afrika dan Aljazair, sesuai dengan Shani Ha berasal. Kantung teh juga ia beri label dalam bahasa Prancis dan Arab, sebagai lambang dualitas dari sang seniman.
“Table for Two” ada dalam sebuah bar bernama AYZA Wine dan & Chocolate Bar di West Village, tepat di pojok dalan 7th Avenue and Carmine Street.
(tan/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN