Sereal, Puding dan Kopi Sarang Burung Walet Kini Populer di Dunia

- detikFood Rabu, 25 Feb 2015 06:41 WIB
Foto: Reuters
Jakarta - Sarang burung walet merupakan bahan makanan yang dihasilkan dari air liur walet. Makanan ini sejak ratusan tahun dipercaya sebagai makanan kesehatan di Tiongkok. Para produsen di Malaysia hingga Thailand memodifikasinya menjadi kopi hingga sereal untuk tingkatkan daya jual.

Sarang burung walet merupakan makanan kesehatan paling mahal di dunia yakni sekitar $ 2.500 atau sekitar Rp 32.121.500 per kg. Sarang burung ini berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand dan Vietnam.

Seperti dilansir dalam Reuters (23/02/2015), Tiongkok mengonsumsi hampir 90 persen dari sarang burung dalam bentuk sup yang tahun lalu penjualannya tercatat mencapai 64 triliun rupiah. Mereka berharap penjualannya akan naik dua kali lipat pada tahun 2020 mendatang.

"Negara yang menjadi salah satu pasar industri ini adalah Tiongkok dan Hong Kong. Kami juga melihat pasar baru, tapi jika dijual sarang burung dalam bentuk mentah ke Eropa atau India, mereka bahkan tidak tahu cara memasaknya." tutur Manager Eco Park, Loke Yeu Loong.

Perusahaan seperti Walet Eco Park Malaysia, salah satu pengembang terbesar di negara itu ingin mengambil keuntungan yang lebih besar dengan memperluas produk mereka.

Walet Eco membuat kopi, perawatan kulit, puding dan permen dengan sarang burung. Loke menolak memberikan angka penjualan akan tetapi margin keuntungan pada beberapa produk adalah 10 kali lebih banyak daripada sarang yang mentah.

Sarang burung walet di Asia Tenggara sangat populer dan diyakini kaya akan zat gizi yang dapat meningkatkan kesehatan pencernaan, libido dan sistem kekebalan tubuh. Malaysia merupakan produsen sarang burung walet terbesar di dunia setelah Indonesia.

Lee Kong Heng, selaku presiden Federasi Malaysia dari Bird's Nest Trader Association mengatakan pemasaran sarang burung walet dalam bentuk suplemen akan menarik lebih banyak konsumen yang sadar akan kesehatan di seluruh dunia.

Produsen sarang burung walet terbesar Vietnam, Yen Viet Joint Stock Con juga tertarik untuk memasarkan sarang burung dalam bentuk menarik. "Perusahaan ini membuat sereal dan bubur serta berinvestasi dalam penelitian untuk meningkatkan penjualan global." tutur Chief Executive Dang Pham Minh Loan.

Selain itu, Bird's Nest Malaysia juga mempromosikan ke pasar dengan mayoritas Muslim di Timur Tengah karena makanan ini halal. Dengan penelitian lebih lanjut, ia berharap sarang burung walet akan menjadi fenomenal global.

(lus/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com