Cuci Tangan Tak Lagi Wajib Dilakukan Bagi Pegawai Restoran di Amerika

Cuci Tangan Tak Lagi Wajib Dilakukan Bagi Pegawai Restoran di Amerika

- detikFood
Selasa, 10 Feb 2015 13:59 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Cuci tangan adalah salah satu ketentuan umum bagi banyak orang khususnya bagi mereka yang bekerja di restoran. Namun di Amerika Serikat, ketentuan mencuci tangan bagi pegawai di restoran sebentar lagi ​tak akan berlaku.

Hal terkait cuci tangan tersebut disampaikan oleh salah satu senator asal North Carolina, Thom Tilis dalam diskusinya di Bipartisan Policy Center. Kala itu diskusi membahas regulasi yang cukup sukar dalam bisnis, Tilis kemudian mencontohkan regulasi kegiatan mencuci tangan di restoran untuk menggambarkan ilustrasinya.

“Saya ​kira ​tidak masalah apabila ada restoran yang memilih untuk tidak menjalankan kebijakan ini selama mereka memberitahu pelanggannya​. M​isalnya ​memberi pengumuman : ​'Kami (pihak restoran) tidak mewajibkan pegawai kami untuk mencuci tangan seusai dari toilet.​" Ilustrasi yang saya sampaikan cukup baik untuk menggambarkan poin penting. Agar kita siap mental untuk mengurangi beban regulasi di negara ini," ujarnya. ​

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, masih banyak orang yang tentunya tak akan setuju dengan kebijakan ini. Cuci tangan adalah salah satu​ hal penting ​ di bidang kesehatan masyarakat. Dengan mencuci tangan bisa mencegah anak-anak dari ​virus ​flu juga mencegah dari penyakit menular dan infeksi.

Menurut FDA (U.S. Food and Drug Association), cuci tangan yang tepat adalah salah satu bagian terpenting sebelum pegawai di restoran menyajikan makanan yang aman bagi pelanggan. Dengan mencuci tangan mampu mengurangi perkembangan bakteri fecal-oral pathogen dari tangan pegawai ke dalam makanan.

Tilis tampaknya mengakui pentingnya mencuci tangan. Peneliti menyarankan jika Tilis ingin orang-orang mencuci tangan seusai dari toilet, akan lebih baik jika ia melakukannya di depan orang tersebut sehingga mereka akan tergugah untuk mengikuti hal serupa meski seandainya cuci tangan sudah tidak lagi menjadi regulasi yang wajib.

Sebelum regulasi cuci tangan ini diubah menjadi regulasi tak wajib, Departemen Kesehatan mengidentifikasi beberapa pelanggaran kesehatan sehingga memicu adanya makanan yang terkontaminasi. Pelanggaran​ ​sepele​ ​tersebut meliputi tempat pencuci tangan yang sering kehabisan stok tisu dan sabun, ketersediaan air bersih yang kurang, dan faktor lainnya yang membuat kegiatan mencuci tangan menjadi tidak efektif.
 
Jika aturan cuci tangan ini sengaja atau tidak sengaja dilewatkan, tentu akan ada konsekuensi yang cukup serius bagi konsumen. ​Menurut​ Bloomberg News, sekitar 100 orang mengalami masalah dengan kesehatan yang terkait dengan bakteri salmonella di tahun 2013 setelah menyantap makanan asal negara bagian Senator Tilis yaitu All American Grill.

Cuci tangan yang baik dan efektif dilakukan selama 20 detik dengan sabun dan air. Lantas, apa jadinya jika mencuci tangan dihilangkan dari regulasi umum?
 

(msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads