Bir dengan Rasa Testis Paus Ini Menuai Kecaman Aktivis Lingkungan

Bir dengan Rasa Testis Paus Ini Menuai Kecaman Aktivis Lingkungan

- detikFood
Kamis, 29 Jan 2015 19:38 WIB
Foto: Oddity Central
Jakarta - Minuman beralkohol biasanya terbuat dari fermentasi tumbuhan dan biji-bijian. Tetapi, ada juga inovasi dalam pembuatan minuman beralkohol, seperti bir zombie.

Sebuah produsen dari Islandia ini juga membuat bir dari ekstrak testis paus yang diasapi dengan kotoran domba.

Konon, dahulu kala Islandia mempunyai ritual kuno yang sering membuat testis paus bakar dan diasapi dengan kotoran domba kering. Menurut pihak SteΓ°ji, Dagbjartur ArilΓ­usson, hal ini dapat memberikan rasa yang unik untuk birnya,. Bir unik ini diberi nama Hvalur 2 yang mengandung alkohol 5,2 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€œDi Thorrablot, kita memakan makanan seperti testis domba jantan, hiu busuk, lemak ikan paus, dan banyak makanan lain yang kami pikir akan disambut baik jika kita membuat inovasi seperti bir ini.” tutur Dagbjartur ArilΓ­usson

Menariknya, Hvalur 2 adalah bagian kedua dari serangkaian bir asli dari Thorrablot. Hvalur yang dibuat lebih dulu pada setahun yang lalu dilarang oleh aktivis pencinta lingkungan karena menggunakan keseluruhan daging paus untuk pembuatannya.

Walau pihak SteΓ°ji menyatakan bahwa Hvalur 2 hanya memakai testis paus dan tetap menyehatkan karena daging paus dikenal rendah lemak. Namun, tetap saja para aktivis tidak dapat menerima hal itu karena penggunaan bagian tubuh paus.

Karena untuk mendapatkan testisnya, paus harus dibunuh terlebih dahulu. Paus adalah hewan yang sudah terancam punah dan masuk β€œRed List” karena keberadaannya terancam. Menurut para aktivis, keberadaan paus hidup hanya sekitar 53.000 ekor di perairan Atlantik Utara.

Pihak SteΓ°ji kemudian membenarkan bahwa mereka sudah meneliti hal ini. Menurut mereka pertumbuhan paus di daerah lautan Islandia masih terbilang baik. Penangkapan paus belum sampai merusak ekosistem lingkungan. Mereka tetap menjual bir ini sampai tanggal 23 Januari lalu.

(lus/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads