Ternyata Tak Semua Restoran Suka dengan Makanannya Dipotret Pembeli

Ternyata Tak Semua Restoran Suka dengan Makanannya Dipotret Pembeli

- detikFood
Kamis, 15 Jan 2015 15:24 WIB
Foto: The Windsor Star
Jakarta - Mengambil gambar makanan di restoran sudah menjadi hal lumrah. Orang akan mengunggah dalam media sosial miliknya sehingga banyak yang tergiur akan kelezatan makanan itu. Foto makanan bisa jadi cara efektif mempopulerkan suatu restoran. Namun ada juga restoran yang keberatan dengan ​pemotretan makanan ini​.

Beberapa restoran cukup berhati-hati dengan foto yang diambil konsumen. Mereka khawatir dengan hak kekayaan intelektual dan risiko peniruan. Sampai ada restoran di Amerika yang melarang pengambilan foto makanan.

Beberapa chef berbintang Michelin di Prancis pun sempat melarang "foodtography" dan berbagi gambar lewat online. Menurut mereka, hal tersebut bisa mengambil hak kekayaan intelektual dan merusak unsur kejutan saat makanan tiba di meja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bulan lalu di Windsor, Kanada, pengunjung restoran justru diminta mengambil gambar dan mengunggahnya dalam sosial media. Ini menjadi bagian dari kampanye promosi Downtown Windsor Business Improvement Association. Banyak orang ikut serta dalam menyoroti restoran di pusat kota.

Salah satunya adalah Cathy Gaudry, yang membuat akun media sosial Lunch Reporter berisi foto-foto makan siangnya di restoran lokal. Sejak tahun 2008, ia mengumpulkan ratusan foto dan pendapat mengenai makanannya.

Ia mengaku tidak pernah mendapat kesulitan mengambil gambar di restoran. Namun ia memastikan untuk melakukannya dengan cepat. Hanya memutar piring sekali atau dua kali. Jarang ia mengatur ulang makanan atau sibuk dengan presentasinya.

Menurut Ron Hart, presiden Culinary Guild of Windsor, pengambilan foto tersebut bisa dianggap sebagai pujian untuk chef. Sebab pandangan menjadi indera pertama yang bekerja saat makanan datang. Namun meski Ron seringkali memotret makanan, ia hanya menyimpan untuk keperluan pribadi dan mengajar muridnya, dibanding mengunggah dalam media sosial.

Ron menyebut tidak masalah bagi chef di Windsor bila ada pengunjung mengambil foto makanan. Akan tetapi tak ada salahnya juga meminta izin terlebih dahulu jika tidak yakin apakah restoran memperbolehkan pengambilan gambar.

Sedangkan Windsor Club tidak suka bila pengunjung mengambil foto makanan di tempatnya. Chef Bledar Garunja dari Windsor Club mengatakan kekayaan intelektual menjadi masalahnya. Makanan adalah hasil kerja pribadinya yang ingin dibagi pada pengunjung di dalam klub. Selain itu, detil makanan yang ada pada gambar paling mudah ditiru.

Adapun menurut Jay Souilliere, pemilik Motor Burger, pengambilan foto justru baik untuk bisnis restoran.

"Meskipun beberapa foto yang diambil pengunjung tidak membuat makanan terlihat menarik, namun ini membantu timbulnya ketertarikan dan menjadi promosi tidak langsung terhadap produk Anda. Ini menyenangkan, lucu dan menjadi tanda perubahan zaman," tutur Jay, seperti dilansir dari The Windsor Star (14/01/2015).

Agar foto makanan tampak enak, Dan Janisse, fotografer dari The Windsor Star (14/1) membagikan beberapa tips untuk mengambil gambar:

1. Cahaya alami: Pengambilan gambar makanan paling baik menggunakan cahaya matahari. Duduk dekat jendela menjadi cara ideal mendapat cahaya alami untuk foto makanan.

2. Overhead shot: Tidak perlu mengambil gambar dari sudut yang aneh. Sepiring makanan terlihat paling menarik jika diambil dari atas.

3. Hindari filter: Menggunakan sepia tone atau vintage effect dalam aplikasi ponsel dapat membuat makanan tidak terlihat cantik dan enak. Sebaiknya gunakan warna foto asli tanpa perlu menambah effect warna berlebihan.

(msa/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads