Gibran Rakabuming Raka Jatuh Hati pada Bisnis Makanan

Chilli Pari Catering

Gibran Rakabuming Raka Jatuh Hati pada Bisnis Makanan

- detikFood
Jumat, 12 Des 2014 13:30 WIB
Foto: Reno/detikcom
Jakarta - Putra sulung presiden Joko Widodo ini tak terlalu sering muncul di media massa. Maklum saja kesibukannya mengelola katering yang sedang berkembang menyita banyak waktu. Apalagi semua detil diceknya secara langsung.

Di kantornya , Chilli Pari Catering yang terletak di kawasan Banyuanyar, Solo, Gibran menyambut ramah detikfood (28/11). Tubuhnya ramping, dengan sorot mata tajam dan gaya bicara mirip sang ayah.

Di ruang depan kantor terdapat display beragam pernik pre-wedding, dan contoh dekorasi pengantin dengan warna-warna kontras yang menarik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara di salah satu sisi ,meja berjajar meja dengan karyawati yang siap melayani calon pelanggan. Saat ini Chilli Pari Catering melayani one stop wedding solution. Bukan hanya makanan saja tetapi juga prewedding, MC, undangan, gedung, dekorasi hingga mobil pengantin.

‘Awalnya saya melihat gedung Graha Saba punya bapak yang hanya disewakan untuk acara-cara termasuk pernikahan dengan katering dari luar. Kenapa nggak saya isi kateringnya,’ cerita Gibran mengawali kisah usahanya.

Bekal ilmu yang didapat dari Management Development Institute of Singapore tahun 2007 dan University of Technology Insearch, Sydney, Australia tahun 2010 membuatnya jeli melihat peluang bisnis.

Tawaran sang ayah untuk melanjutkan bisnis mebel yang sudah sukses tidak diterimanyaa. Gibran justru tertarik mengelola bisnis makanan. ‘Bayangkan saja untuk pesta pernukahan dan acara apapun, budget untuk makanan bisa lebih dari 50%,’ tuturnya serius.

‘Saat memulai usaha, ayah yang waktu itu menjadi Walikota Solo sudah memberi batasan, tidak boleh melayani pesanan di lingkungan balikota dan kantor-kantor pemerintahan daerah,’ cerita Gibran.

Akhirnya pesanan ia dapatkan dari bank-bank dan kantor swasta. Itupun tidak berjalan lancar. ‘Usaha catering di Solo ini dipegang oleh mereka yang sudah puluhan tahun berusaha dan punya banyak pelanggan tetap,’ ungkapnya mengenai tantangan yang dihadapi.

Keseriusannya menekuni bisnis makanan ini ia tunjukkan dengan merekrut 6 orang chef dan 20 tenaga kerja tetap. Sedangkan untuk pelayan atau krew yang membantu saat ada hajatan besar diambil dari tenaga paruh waktu.

Bersama tim chef, iapun menciptakan kreasi menu-menu baru yang berbeda dari menu katering yang ada di Solo. Demikian juga dengan layanan yang diberikan. Dari acara pernikahan dengan tamu 1000 orang hingga nasi kotak dan snack kotak dilayani.

One Stop Wedding Solution merupakan layanan andalan Chilli Pari yang bertarif kompetitif. Dengan layanan ini selain gedung dan makanan, calon pengantin juga mendapatkan foto-pre-wedding, foto pernikahan, MC dan musik.

Kejeliannya melihat peluang yang tak ditawarkan katering lain membuat Chilli Pari cepat dikenal banyak orang. Apalagi di tahun 2012, Gibran mulai membuka Graha Setyowati  di kawasan Gentan, Solo. Gedung pertemuan yang dilengkapi dengan area outdoor, kolam renang dan villa serta ruang rapat.

Apakah ada yang berubah setelah sang ayah menjadi presiden? ‘ Dari dulu seperti ini. Ndak, ndak ada yang berubah,’ tuturnya sambil tersenyum. Dibandingkan dengan adik-adiknya yang sering muncul di media social, pria 27 tahun ini tak suka menonjolkan diri.

Karena itu pula Gibran tak sering-sering ke Jakarta. ‘Sejak ayah jadi gubernur sampai jadi presiden, saya baru 3 kali ke Jakarta. Di Jakarta terlalu banyak orang,’ ujarnya sambil tertawa berderai.

Meski dikelilingi banyak makanan modern, Gibran tetap memilih makanan asli Solo sebagai makanan favorit. Sate buntel, sate kambing dan tengkleng menjadi favoritnya. ‘Akibatnya kadar kolesterol saya kadang sampai di atas 200,’ katanya sambil tersenyum.

Di sela-sela kesibukannya mengelola usaha kateringnya, Gibran selalu menyempatkan diri main futsal dan membuat video games bersama teman-temannya. Kini sudah ada 3 video games yang dibuatnya.

Kira-kira apa yang diimpikan untuk bisnisnya? ‘Saya ingin bisa ikut mengisi catering pesawat. Tahun depan saya buka restoran di Solo, tidak terlalu besar tetapi punya banyak variasi makanan,’ ungkap pria bertubuh ramping ini.

Yang sedikit berbeda, Gibran kini mendapat pengawalan khusus karena statusnya sebagai putra presiden. Selebihnya, hampir seluruh waktunya dihabiskan untuk mengurusi usahanya yang kini juga melayani pesanan di luar Solo.

(odi/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads