The Kitchen Library ini didirikan di Toronto oleh Dayna Boyer (30), pecinta kuliner dari Kanada. Pembangunan dapur ini pertama kali tercipta karena ia tinggal di apartemen yang kecil dan tak mempunyai banyak tempat untuk menyimpan peralatan masak.
Dana yang bekerja di bidang marketing dan web journalism membangun usaha ini karena terinspirasi oleh Toronto Tool Library, bisnis yang meminjamkan kunci Inggris dan bor listrik. Ia lalu berpikir penyewaan dapur mungkin bisa sama populernya dan mulai menghubungi beberapa orang untuk donasi peralatan dapur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain penuh dengan peralatan masak, 'perpustakaan' ini juga menyediakan perlatan seperti chocolate fountain, set crème brulee, hand mixer, dan slow cooker. Total, The Kitchen Library ini menyediakan 100 peralatan dapur.
The Kitchen Library buka selama empat hari seminggu untuk pengunjung umur 18 tahun keatas. Per tahun para pengunjung membayar 50 dolar (Rp 60.2850) dan menggunakan perlatan yang mereka pinjam selama tiga hingga lima hari. Saat dikembalikan, peralatan harus sudah dicuci dan siap dipinjam kembali.
Sama seperti perpustakaan, ada denda untuk peralatan masak yang terlambat dikembalikan, 2 dolar (Rp 24.112) untuk peralatan masak biasa dan 5 dolar (Rp 60.280) untuk peralatan yang premium. Dengan berubahnya musim, pengunjung memilih beberapa produk yang mereka butuhkan, seperti mesin roti dan pasta banyak dipinjam di musim dingin dan canner banyak dipakai di musim gugur.
“Ada perubahan yang terjadi di home cooking dan banyak orang menyadari apa yang harus mereka konsumsi,” tutur Dana.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN