Cumi, sotong, dan gurita adalah hewan laut yang masuk dalam kategori cephalopods. Kecuali Nautilus dan Cirrina (gurita laut dalam), hewan tersebut menggunakan tinta untuk perlindungan terhadap predator dan menjaga bentuk tubuh.
Tinta dikeluarkan dari kantung yang terletak di antara insang, dibantu didorong oleh air dari siphon yang terletak dekat mata. Spesies cephalopod berbeda mengeluarkan tinta berbeda. Gurita biasanya mengeluarkan tinta hitam, cumi hitam kebiruan, dan sotong warna cokelat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tinta cumi kaya akan asam glutamat natural sehingga rasanya gurih umami sama seperti truffle dan keju parmesan. Sehingga saat Anda menambahkan tinta cumi, bisa mengurangi takaran garam dan lemak untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.
Maka tak heran, tinta cumi yang mempunyai warna hitam unik dijadikan tambahan pewarna untuk pasta yang menghasilkan squid ink pasta. Ada pula sajian populer masyarakat Catalan dan Valencia bernama Aros Negre atau di Spanyol dipanggil Paella hitam. Isiannya cumi, sotong, kepiting, dan nasi lalu diberi tinta cumi sehingga warnanya hitam pekat.
Pada tahun 2013, salah satu penelitian dalam jurnal International Aquatic Research menemukan tinta cumi kaya akan antioksidan, bahkan setelah melanin, kandungan yang memproduksi warna hitam, dihilangkan. Dalam studi vitro, peneliti juga menemukan antioksidan dalam tinta cumi mempunyai kemampuan mencegah oksidasi lemak yang bisa menurunkan risiko penyakit jantung dalam manusia.
Cairan berwarna hitam ini juga ternyata kaya zat besi. Hal ini dibuktikan dalam Journal of Food Science tahun 2008 yang menemukan tinta cumi membantu kekurangan zat besi anemia pada tikus. Zat besi penting untuk memproduksi hemoglobin dan myoglobin, dua protein yang ditemukan dalam sel darah merah untuk membantu mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN