Beberapa ini terlibat konflik gara-garam beradu argumen soal makanan.
1. Lebanon dan Israel: Hummus
|
Foto: Getty Images
|
Kedua negara kemudian berkompetisi membuat hummus terbesar. Israel memecahkan rekor hummus terbesar dengan berat 4.082 pada Januari 2010. Bulan Mei tahun yang sama, 300 chef Lebanon pun membuat hummus seberat 10.450 yang masuk dalam Guinness World Record. Meski kedua negara berdebat tentang hummus makanan ini sebenarnya sudah ada sejak abad ke-12, jauh sebelum negara Lebanon dan Israel terbentuk.
2. Chili dan Peru: Kentang
|
Foto: Getty Images
|
Namun Peru mengancam akan membawa kasus tersebut ke PBB. Menurut orang Peru, kentang ditemukan pasukan Spanyol dari Andes dekat Lake Titicaca yang menjadi bagian Peru. Mantan Menteri Luar Negeri Peru, Jose Antonio Garcia Belaunde, juga mengakui bahwa kentang Peru menyelamatkan Eropa dari kelaparan.
3. Malaysia dan Singapura: Yee Sang/Yusheng
|
Foto: Getty Images
|
Tak terima, profesor asal Singapura bernama Tan Wee Cheng membuat halaman Facebook khusus pada tahun 2010 didedikasikan untuk masuknya yusheng sebagai hidangan nasional Singapura dalam warisan budaya tak benda UNESCO. Malaysia menyebut upaya Singapura mematenkan yee sang, sebagai pelanggaran hak dengan sengaja. Meski begitu sulit menentukan asal makanan karena resepnya berasal dari Kanton kemudian dimodifikasi oleh Malaysia dan Singapura.
4. Australia dan Selandia Baru: Pavlova
|
Foto: Getty Images
|
Australian National Dictionary menyebut pavlova sebagai dessert Australia terkenal. Namun menurut profesor Helen Leach, antropolog kuliner di University of Otago Selandia Baru, ia menemukan 21 resep pavlova dalam buku asal Selandia Baru pada tahun 1940. Pada saat bersamaan, resep pavlova baru pertama kali muncul dalam buku Australia. Untuk menantang Australia, mahasiswa Eastern Institute of Technology Selandia Baru pun membuat pavlova terbesar di dunia dengan panjang 64 meter pada tahun 2005.
Halaman 2 dari 5

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN