Gara-gara Kentang dan Keju Negara-Negara Ini Berseteru (1)

Gara-gara Kentang dan Keju Negara-Negara Ini Berseteru (1)

- detikFood
Jumat, 03 Okt 2014 12:23 WIB
Gara-gara Kentang dan Keju Negara-Negara Ini Berseteru (1)
Foto: Getty Images
Jakarta - Perdebatan antarnegara bisa terjadi karena makanan. Asal hidangan tradisional suatu negara membuat timbulnya konflik. Bahkan sampai ada perpecahan hubungan diplomatik disebabkan isu pangan.

Beberapa ini terlibat konflik gara-garam beradu argumen soal makanan.

1. Lebanon dan Israel: Hummus

Foto: Getty Images
Masyarakat Lebanon mengeluhkan komersialisasi hummus sebagai "hidangan Israel" di toko-toko milik Barat. Pada tahun 2008, presiden Association of Lebanese Industrialists menggugat Israel karena pelanggaran hukum hak cipta makanan (food copyright laws). Pemerintah Lebanon juga mengajukan petisi kepada Uni Eropa untuk menggolongkan hummus sebagai makan unik asal Lebanon.

Kedua negara kemudian berkompetisi membuat hummus terbesar. Israel memecahkan rekor hummus terbesar dengan berat 4.082 pada Januari 2010. Bulan Mei tahun yang sama, 300 chef Lebanon pun membuat hummus seberat 10.450 yang masuk dalam Guinness World Record. Meski kedua negara berdebat tentang hummus makanan ini sebenarnya sudah ada sejak abad ke-12, jauh sebelum negara Lebanon dan Israel terbentuk.

2. Chili dan Peru: Kentang

Foto: Getty Images
Asal usul kentang menjadi perdebatan kedua negara. Ini dimulai ketika professor Andres Contretas dari Austral University Chili mencoba mendaftar 280 varietas kentang dari pulau selatan Chiloe sebagai asal Chili. Pulau tersebut sudah teridentifikasi sebagai tempat kelahiran kentang pada tahun 1955 dalam buku 'Oda a la Papa'. Pada tahun 2008, menteri pertanian Chili menyatakan bahwa 99% kentang dunia mempunyai beberapa jenis genetic link dengan kentang asal Chili. Beberapa universitas mengkonfirmasi Chili sebagai asal kentang dunia dan genetic link sekitar 90%.

Namun Peru mengancam akan membawa kasus tersebut ke PBB. Menurut orang Peru, kentang ditemukan pasukan Spanyol dari Andes dekat Lake Titicaca yang menjadi bagian Peru. Mantan Menteri Luar Negeri Peru, Jose Antonio Garcia Belaunde, juga mengakui bahwa kentang Peru menyelamatkan Eropa dari kelaparan.

3. Malaysia dan Singapura: Yee Sang/Yusheng

Foto: Getty Images
Hidangan Tahun Baru Imlek berupa irisan tipis ikan mentah dan sayuran diberi nama yuseng di Singapura dan yee sang di Malaysia. Sajian yang dianggap membawa keberuntungan ini dimasukkan dalam daftar hidangan nasional pada tahun 2009 oleh pemerintah Malaysia.

Tak terima, profesor asal Singapura bernama Tan Wee Cheng membuat halaman Facebook khusus pada tahun 2010 didedikasikan untuk masuknya yusheng sebagai hidangan nasional Singapura dalam warisan budaya tak benda UNESCO. Malaysia menyebut upaya Singapura mematenkan yee sang, sebagai pelanggaran hak dengan sengaja. Meski begitu sulit menentukan asal makanan karena resepnya berasal dari Kanton kemudian dimodifikasi oleh Malaysia dan Singapura.

4. Australia dan Selandia Baru: Pavlova

Foto: Getty Images
Asal dessert berbasis meringue ini menimbulkan perdebatan di Australia dan Selandia Baru. Pavlova sendiri diambil dari nama pebalet Rusia, Anna Pavlova. Masalah timbul karena Anna melakukan tur ke Australia dan Selandia Baru pada tahun 1920an. Isu asal dessert ini sangat serius berkaitan dengan kebanggaan nasional.

Australian National Dictionary menyebut pavlova sebagai dessert Australia terkenal. Namun menurut profesor Helen Leach, antropolog kuliner di University of Otago Selandia Baru, ia menemukan 21 resep pavlova dalam buku asal Selandia Baru pada tahun 1940. Pada saat bersamaan, resep pavlova baru pertama kali muncul dalam buku Australia. Untuk menantang Australia, mahasiswa Eastern Institute of Technology Selandia Baru pun membuat pavlova terbesar di dunia dengan panjang 64 meter pada tahun 2005.
Halaman 2 dari 5
(msa/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads