Alat ini diciptakan oleh Dr Aidin Delnavaz dan Dr Jeremie Voix, mechanical engineers di the Γcole de Technologie SupΓ©rieure, Montreal, Kanada. Proyek mereka diperlihatkan di Institute of Physics journal Smart Materials and Structures.
Mereka mengusulkan pergerakan rahang bisa menjadi sarana menjanjkan untuk menghasilkan energi alami. Keduanya bekerja mengembangkan auditory technology seperti headset dan implan koklea untuk mengurangi ketergantuangan terhadap baterai sekali pakai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dalam eksperimen, mereka juga mengeksplorasi pergerakan yang diciptakan rahang di dalam kanal telinga. Tapi, mereka menyadari bahwa saat Anda menggerakan rahang, dagu bergerak paling jauh. Jadi saat Anda memakai peralatan seperti chin strap, gerakan mengunyah bisa menghasilkan energi.
Tim peneliti memutuskan mencoba dan mengambil energi gerakan mengunyah menggunakan piezoelectric effect. Saat beberapa materi ditekan atau diregangkan bisa menghasilkan energi. Prototype alat ini terbuat dari tali dagu yang dikaitkan pada headset. Ketika seseorang mengunyah permen karet selama 60 detik, gerakan tersebut menghasilkan 18 microwatt energi.
βKita bisa melipatgandakan tenaga output dengan menambahkan lapisan PFC ( piezoelectric fibre composites) ke tali dagu, contohnya 20 lapisan PFC dengan total ketebalan 6 mm akan bisa menghasilkan 200 microwatt untuk menghidupkan pelindungi telinga,β tutur Dr Delnavaz (17/09/2014).
Walau terlihat menyiksa, sebenarnya alat ini cukup nyaman dan bisa dipakai berjam- jam. Tali dagu dibuat tidak kaku, karena tali yang regang cukup untuk menghasilkan energi yang diperlukan. Saat ini alat baru bisa membangkitkan tenaga untuk implan koklea, tapi tidak bisa digunakan untuk membangkitkan energi handphone.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN