Wah, Robot Bernama Boris Ini Bisa Memindahkan Piring ke Dishwasher

- detikFood Jumat, 12 Sep 2014 14:14 WIB
Foto: BBC
Jakarta - Sebuah robot bernama Boris dari University of Birmingham dipamerkan dalam British Science Festival. Robot tersebut mempunyai kemampuan unik yaitu mengambil peralatan makan dan memasukkan ke dalam dishwasher atau bak cuci piring dengan genggaman mirip manusia.

Professor Jeremy Wyatt dari School of Computer Science menyatakan ini adalah penampilan perdana Boris. Pembuatan robot ini memerlukan waktu lima tahun dengan biaya sebesar £350.000 (Rp 6.7 Milyar).

Boris bisa melihat objek menggunakan sensor yang ada di wajah dan pergelangan tangan. Dalam 10 detik, Boris bisa mengkalkulasi ribuan cara untuk memegang sebuah objek dengan lima jari robotnya dan merencanakan pergerakan tangan menggapai target dan menyingkirkan penghalang.

Pada tahun 2015, Professor Wyatt dan tim dari PacMan Project berharap bisa memanfaatkan robot ini untuk memasukkan peralatan makanan ke dalam bak cuci piring. Dikatakan robot akan menemukan beberapa objek yang akan diangkat lalu memindahkannya ke dalam dishwasher.

“Ini adalah tugas tipikal yang manusia lakukan. Karena membutuhkan semua kemampuan manipulatif yang butuh ratusan tahun untuk mengembangkannya. Saat memasukkan kemampuan tersebut ke dalam robot, kami berharap bisa membuat robot semakin fleksibel di masa depan,” tutur Profesor Wyatt kepada BBC (12/09/2014).

Boris mewakilkan robot generasi ketiga yang bisa mengerjakan tugas bersama dengan manusia. Generasi pertama adalah robot industrial yang terkontrol. Generasi kedua termasuk airborne drone dan mobil yang bisa menyetir sendiri.

Saat ini Boris tidak menggunakan lengan kirinya, tapi Professor Wyatt menyatakan salah satu hal terberat yang harus Boris lakukan adalah mengambil dan memindahkan objek. Seperti manusia, Boris bisa dengan mudah memegang piring dan gelas, sementara itu peralatan makan dan pisau masih sulit digenggam.

“Target jangka panjang kami adalah membuat robot yang mampu beroperasi dalam lingkungan manusia seperti kantor, rumah sakit, dan gudang,” tutur Dr. Hawes selaku anggota tim yang membuat robot.

(dni/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com