Jelajah Pasar Tradisional

Nyaris Ditinggalkan, Kini Pasar Santa Jadi Pusat Hangout Anak Gaul

- detikFood Jumat, 12 Sep 2014 13:35 WIB
Foto: Detikfood Foto: Detikfood
Jakarta - Citra pasar yang becek dan kumuh tak terlihat dari bangunan yang berdiri di Jl. Cipaku, Kebayoran ini. Meskipun di luar terlihat sepi namun di bagian dalam pasar semua tersedia. Dari keperluan rumah tangga, kopi, hingga piringan hitam!

Bagi masyarakat Jakarta Selatan, pasar Santa cukup populer. Mulai dibangun pada tahun 1971 dan akhirnya selesai pada 15 Mei 2007, tiga lantai pasar ini bisa memuat total 1151 tempat usaha.

Memang berbeda dengan pasar modern lainnya yang dekat dengan jalan besar, pasar ini ada di jalan Cipaku yang terletak agak jauh dari Jl. Wolter Mongonsidi. Bangunan besar dengan warna biru mencolok berisi beberapa toko yang tutup di bagian luar.

Mencari makan saat siang atau malam rasanya bukan masalah karena banyak rumah makan di area luarnya seperti ayam bakar, seafood, nasi padang, hingga soto. Di seberang pasar juga terlihat deretan penjual buah segar yang buka mulai dari pagi hingga malam.

Dari data Teknis Pasar Santa tahun 2001, Pasar Santa berdiri di tanah dengan luas 10.953 meter persegi. Sementara luas bangunan sendiri adalah 7.328 meter persegi. Menurut Bambang Sugiarto selaku kepala pasar, sejak berdiri tujuh tahun lalu pasar ini menawarkan produk sembilan bahan pokok komplet.

Karena cukup bersih, pasar ini nyaman untuk berbelanja atau bersantai. Pada tahun 2010 Pasar Santa ini mendapatkan penghargaan Adipura dengan kategori Best Location Pasar. Walau sudah meraih prestasi, kebersihan pasar ini masih dijaga sampai saat ini.

Sekarang basement khusus digunakan untuk pasar basah yang menjual sayuran dan bahan pokok. Lantai dasar menawarkan jasa penjahit, alat tulis, dan baju, sementara lantai satu paling atas berkembang menjadi tempat untuk usaha kreatif.

“Tahun 2012 ada 300 an tempat usaha yang buka, tahun 2013 masuk komunitas kopi dan pejahit hingga 459 tempat usaha mulai buka. Tahun 2014 ini 300 tempat usaha lainnya sudah diambil oleh usaha kreatif,” tutur Bambang kepada DetikFood (22/08/2014).

Kepopuleran Pasar Santa saat ini bertolak belakang dengan keadaannya 7 tahun lalu, pasalnya di lantai satu selama beberapa tahun vakum alias kosong total. Tapi, hal itu keadaan tersebut berbalik saat komunitas kopi unik dan kreatif mulai datang. Komunitas tersebut antara lain kafe, makanan, pakaian, hingga penjualan vinyl record.

Karena itu, berkumpulnya anak gaul di pasar Santa ini menjadi pemandangan yang lumrah pada hari Jumat hingga Minggu. Bagaimana tidak? Di sini Anda bisa menemukan baju vintage cantik hingga mencoba hidangan tradisional yang sedap.

Para pecinta kopi, pastinya harus menyambangi pasar Santa karena di sini tempatnya barista dan penggemar specialty coffee berkumpul. Di lantai paling atas, Anda juga bisa menemukan mie ayam, ketan pasar, hingga hidangan Meksiko lezat. Jangan ragu untuk mampir!

(dni/odi)