Amerika Serikat dan Belanda, Penghasil Limbah Makanan Terbesar di Dunia (2)

Amerika Serikat dan Belanda, Penghasil Limbah Makanan Terbesar di Dunia (2)

- detikFood
Selasa, 12 Agu 2014 15:35 WIB
Amerika Serikat dan Belanda, Penghasil Limbah Makanan Terbesar di Dunia (2)
Foto: Getty Images
Jakarta - Meski masih banyak masyarakat dunia kelaparan, jumlah limbah makanan justru makin bertambah tiap tahunnya. Banyak dari makanan yang terbuang justru masih dalam kondisi layak konsumsi.

Negara maju berkontribusi besar pada peningkatkan limbah makanan global ini. Berikut beberapa negara penghasil limbah makanan terbesar di dunia.

6. Swiss

Foto: Getty Images
Limbah makanan di Swiss mencapai 650 kg per orang tiap tahun. Menurut riset, 45 persen limbah berasal dari makanan busuk. Selain itu, limbah juga dihasilkan sektor katering dan pertanian. Banyak makanan yang terbuang masih dalam kondisi baik.

7. Norwegia

Foto: Getty Images
Meskipun ukuran negara kecil dan iklimnya sulit untuk menanam makanan, Norwegia termasuk negara penghasil limbah makanan terbesar. Sekitar 620 kg makanan dibuang per orang tiap tahun. Pemerintah Norwegia telah menyadari hal ini sebagai masalah besar pada lingkungan. Mereka sedang berusaha mengurangi angka tersebut ke depannya.

8. Inggris

Foto: Getty Images
Rata-rata masyarakat Inggris membuang 560 kg limbah makanan tiap tahunnya. Kebanyakan limbah ini berasal dari hotel, restoran, cafe, pub dan rumah tangga. Dalam usaha mengurangi limbah makanan, pemerintah meluncurkan kampanye "Love Food, Hate Waste".

9. Jerman

Foto: Getty Images
Masyarakat Jerman dikenal praktis dan hemat. Namun disana terjadi pemborosan makanan yang besar. Menurut studi dari Stuttgart University, tiap orang membuang 540 kg makanan per tahun. Totalnya sekitar 13 juta metrik ton tiap tahun. Limbah dihasilkan dari rumah tangga, industri, katering, dan ritel.

10. Spanyol

Foto: Getty Images
Seperti negara Eropa lainnya, Spanyol juga banyak menghasilkan limbah makanan. Sekitar 162 kg makanan dibuang per orang tiap tahunnya. Meski tak setinggi limbah makanan negara lain, namun negara ini memiliki ekonomi yang lemah. Faktanya sekitar 21 persen dari populasi masyarakat Spanyol hidup di bawah garis kemiskinan.
Halaman 2 dari 6
(lus/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads