Oplosan Daging Ayam Tiren hingga Kera Ternyata Dijual di Indonesia

Oplosan Daging Ayam Tiren hingga Kera Ternyata Dijual di Indonesia

- detikFood
Kamis, 08 Mei 2014 15:21 WIB
Oplosan Daging Ayam Tiren hingga Kera Ternyata Dijual di Indonesia
Foto: Detikfood
Jakarta - Daging sapi dianggap sebagai salah satu asupan produk hewani terpopuler di Indonesia. Sayangnya dengan harganya yang semakin tinggi memaksa para penjual mulai bermain curang dengan daging oplosan.

Campuran daging yang sebagian besar tak layak konsumsi ini menjadi perhatian masyarakat, menyusul penemuan bakso daging celeng. Ternyata selain bakso, terdapat beberapa skandal daging oplos sejak tahun 2009 hingga 2014.

Foto: Detikfood

1. Abon dan dendeng terbukti positif mengandung DNA babi

Foto: Detiknews
Pada tahun 2009, BPOM menguji 15 merek dendeng dan 20 abon sapi. Dari total merek yang diuji, lima diantaranya terbukti mengandung daging babi hutan, produk tersebut banyak dipasarkan di pasar tradisional di Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Bandung. Dendeng dan abon ini dikemas dengan tulisan menggunakan daging sapi, bahkan terdapat label halal.

1. Abon dan dendeng terbukti positif mengandung DNA babi

Foto: Detiknews
Pada tahun 2009, BPOM menguji 15 merek dendeng dan 20 abon sapi. Dari total merek yang diuji, lima diantaranya terbukti mengandung daging babi hutan, produk tersebut banyak dipasarkan di pasar tradisional di Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Bandung. Dendeng dan abon ini dikemas dengan tulisan menggunakan daging sapi, bahkan terdapat label halal.

2. Pengoplos daging kera dan babi hutan di Jember

Foto: DetikFood
Skandal oplosan daging celeng dan kera tahun 2010 ditemukan di Jember, Jawa Timur. Seorang warga asal Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan ditangkap dirumahnya Rabu (25/8/2010). Ia adalah seorang pengepul daging oplosan sapi yang dicampur dengan kera dan babi hutan . Daging kera, dibelinya dengan harga Rp 25 ribu per kilogram dan biasanya dijual dengan harga Rp 30 ribu per kilogram.

2. Pengoplos daging kera dan babi hutan di Jember

Foto: DetikFood
Skandal oplosan daging celeng dan kera tahun 2010 ditemukan di Jember, Jawa Timur. Seorang warga asal Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan ditangkap dirumahnya Rabu (25/8/2010). Ia adalah seorang pengepul daging oplosan sapi yang dicampur dengan kera dan babi hutan . Daging kera, dibelinya dengan harga Rp 25 ribu per kilogram dan biasanya dijual dengan harga Rp 30 ribu per kilogram.

3. Isu bakso daging tikus

Foto: DetikFood
Sebelum isu bakso daging babi marak di Indonesia, penggunaan daging tikus banyak menarik perhatian. Kejadian ini pertama kali dikuak di Bandung, Jawa Barat dan memicu kecaman dari pedagang bakso di daerah itu hingga Jakarta.

3. Isu bakso daging tikus

Foto: DetikFood
Sebelum isu bakso daging babi marak di Indonesia, penggunaan daging tikus banyak menarik perhatian. Kejadian ini pertama kali dikuak di Bandung, Jawa Barat dan memicu kecaman dari pedagang bakso di daerah itu hingga Jakarta.

4. Daging sapi glonggongan dan ayam tiren

Foto: Detikfood
Jelang lebaran banyak pedagang menawarkan oplosan daging sapi glonggongan dan ayam tiren. Sapi glonggongan adalah hasil daging dari sapi yang dipaksa banyak minum air sehingga dagingnya berukuran lebih besar dan penjualan daging ini sudah diharamkan oleh fatwa MUI. Salah satu penjual bakso ayam tiren di Bantul berhasil dibekuk Polisi setelah ketahuan telah menjajakan produknya dan berhasil meraup omzet Rp 2 juta per hari.

4. Daging sapi glonggongan dan ayam tiren

Foto: Detikfood
Jelang lebaran banyak pedagang menawarkan oplosan daging sapi glonggongan dan ayam tiren. Sapi glonggongan adalah hasil daging dari sapi yang dipaksa banyak minum air sehingga dagingnya berukuran lebih besar dan penjualan daging ini sudah diharamkan oleh fatwa MUI. Salah satu penjual bakso ayam tiren di Bantul berhasil dibekuk Polisi setelah ketahuan telah menjajakan produknya dan berhasil meraup omzet Rp 2 juta per hari.

5. Bakso daging babi ditemukan di beberapa wilayah Indonesia

Foto: DetikFood
Walau isu daging oplosan babi hutan telah terdengar beberapa tahun lalu, saat ini Indonesia kembali gempar dengan kasus bakso daging babi. Beberapa wilayah Indonesia yang terungkap menjual daging oplosan babi antara lain Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Samarinda, dan Jakarta Utara.

Untuk membedakannya, beberapa sumber  menyatakan bakso daging celeng tercium sedikit amis dan lebih berserat. Tapi, bagi orang awam akan sulit membedakannya.

5. Bakso daging babi ditemukan di beberapa wilayah Indonesia

Foto: DetikFood
Walau isu daging oplosan babi hutan telah terdengar beberapa tahun lalu, saat ini Indonesia kembali gempar dengan kasus bakso daging babi. Beberapa wilayah Indonesia yang terungkap menjual daging oplosan babi antara lain Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Samarinda, dan Jakarta Utara.

Untuk membedakannya, beberapa sumber  menyatakan bakso daging celeng tercium sedikit amis dan lebih berserat. Tapi, bagi orang awam akan sulit membedakannya.
Halaman 2 dari 12
(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads