Saat Makan di Restoran, Harga Makanan yang Mahal Terasa Lebih Enak

- detikFood Sabtu, 03 Mei 2014 11:36 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Sebuah studi baru menujukkan persepsi seseorang terhadap rasa makanan dapat berubah tergantung harga makanan. Pengunjung restoran yang membayar lebih mahal untuk makanan merasa makanan lebih enak dibanding bila makanan serupa dibeli dengan harga murah.

Peneliti dari Cornell University mengunjungi sebuah restoran buffet Italia di New York untuk meneliti kebiasaan makan dari 139 pengunjung. Saat itu para peneliti memanipulasi harga dari paket buffet tersebut.

Pengunjung diberikan harga berbeda-beda untuk paket buffet yang sama. Satu kelompok diberi harga $4 (Rp 46.000), sedangkan kelompok lain sebesar $8 (Rp 92.000). Setelah makan, mereka diminta menyampaikan pengalaman makannya melalui pemberian rating pada menu makanan dan restoran berdasarkan skala poin 1-9. Pengunjung juga diminta menyebutkan makanan yang pertama, tengah-tengah dan terakhir dimakan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunjung yang membayar buffet seharga $8 lebih menikmati makanannya 11% lebih tinggi dibanding pengunjung yang membayar $4. Kelompok yang membayar lebih murah malah merasa makan berlebihan dan bersalah karena porsi konsumsinya tersebut. Padahal kedua kelompok makan dalam jumlah yang sama.

Dari penelitian bisa dilihat bagaimana rekayasa kecil dapat mengubah pandangan orang terhadap makanan.

"Kami kagum melihat bahwa harga berdampak kecil pada banyaknya seseorang makan, tapi memiliki dampak besar pada bagaimana oramg menafsirkan pengalaman makan. Hanya dengan memangkas harga makanan di restoran, secara dramatis dapat mempengaruhi bagaimana konsumen menilai dan menghargai makanan," tutur Brian Wansink, peneliti sekaligus profesor perilaku konsumen, seperti dilansir dari Newswise (01/04/2014).

Dalam penelitian ini tidak ada penarikan kesimpulan mengapa orang lebih menikmati makanan dengan harga mahal. Namun secara intuisi, orang lebih cenderung mengasosiakan harga dengan kualitas.

Cornell University juga pernah melakukan penelitian lain yang menunjukkan orang makan di restoran dengan pencahayaan redup mengonsumsi 175 kalori lebih sedikit dibanding di cahaya terang. Rasa makanan pun lebih enak menurut konsumen. Peneliti menyimpulkan bahwa kemungkinan cahaya redup membuat orang lebih tenang dan konsumsi makanan jadi lebih pelan.



(dni/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com