Ternyata Daging, Kol dan Bawang Menyebabkan Kentut Berbau Busuk

- detikFood Jumat, 25 Apr 2014 18:47 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Semua orang pasti pernah kentut alias buang gas. Namun, enam dari 10 orang tak pernah mengeluarkan aroma tak sedap saat kentut. Ternyata, selain dipengaruhi bakteri dalam usus, bau gas dari perut juga bisa dipengaruhi makanan tertentu.

Kebanyakan gas yang kita keluarkan diproduksi di usus besar oleh bakteri. Beberapa gas yang dihasilkan bakteri terserap dalam darah dan keluar lewat nafas, sedangkan sebagian lagi digunakan sebagai energi oleh bakteri itu sendiri.

Sisanya, sekitar 1.500 ml per hari, dikeluarkan lewat anus sebagai kentut. Menurut Presiden Gut Foundation Dr. Terry Bolin, rata-rata perempuan buang gas tujuh kali, sedangkan laki-laki 12 kali sehari.

Menurut Bolin, seperti dilansir situs ABC Australia, 60% orang tak pernah menghasilkan kentut berbau menyengat karena tak memiliki bakteri tertentu yang menyebabkan bau busuk di usus.

Secara umum, bakteri dalam usus memakan serat serta beberapa jenis tepung-tepungan dan gula. Namun, bakteri penghasil bau menyukai sulfit. Zat ini banyak terdapat dalam makanan seperti kol, brokoli, bawang bombai, polong-polongan, daun bawang, dan bawang putih.

Sulfit yang lebih sedikit terkandung dalam telur, susu, kacang-kacangan, seafood, dan daging. Zat ini juga ditambahkan ke makanan olahan saat diproduksi. Contohnya adalah jus buah yang tahan lama, buah kering, irisan daging olahan (deli meat), dan wine. Rempah-rempah juga bisa memengaruhi bau kentut.

Namun, serat dalam makananlah yang paling memicu buang gas. Meski demikian, efek tak menyenangkan ini tak seberapa dibanding manfaatnya. Makanan kaya serat mencegah sembelit. Serat juga menghasilkan asam lemak yang menutrisi lapisan usus besar dan membantu mencegah penyakit seperti kanker usus.

Kelebihan gula, terutama pemanis buatan, pun bisa menyebabkan kembung. Begitu juga dengan terlalu banyak makan buah. Bagi orang yang intoleran terhadap laktosa, konsumsi susu dan es krim dalam jumlah besar juga bisa menghasilkan efek sama. Namun, Bolin tak percaya jika udara dari minuman berkarbonasi bisa memicu kentut.

Buang gas adalah hal yang sangat normal. Namun, ada kalanya kita tak ingin kentut, misalnya ketika rapat penting atau kencan pertama.

Setiap orang merespon berbeda terhadap berbagai makanan. Jadi, Anda perlu bereksperimen dengan berhenti memakan makanan tertentu, lalu kembali menyantapnya sedikit demi sedikit untuk mengetahui makanan mana yang paling menyebabkan bau busuk pada kentut Anda.

Memperkenalkan tubuh kembali terhadap makanan pemicu kentutpun harus dilakukan bertahap, misalnya dalam beberapa minggu atau bulan, agar tubuh belajar menoleransinya dengan lebih baik.

Anda tak perlu mengonsumsi makanan tak sehat demi menghindari kentut berbau tak sedap. Cukup konsumsi makanan pemicu kentut secara tak berlebihan. Polong-polongan, misalnya, bisa direndam dalam waktu lama lalu air rendamannya dibuang sebelum dimasak. Selain itu, Anda bisa menerapkan tips mencegah kentut di saat penting seperti yang pernah ditulis Detikfood.



(dni/odi)