Pemerintah setempat menemukan 200 mikrogram benzena dalam satu liter air. Sedangkan standar aman nasionalnya adalah 10 mikrogam per liter. Inilah yang memicu masyarakat menyimpan persediaan air botolan. Tidak hanya air putih yang habis di supermarket, bir dan susu pun ikut ludes karena pencemaran tersebut.
Pasokan air dimatikan di salah satu distrik kota Lanzhou, dan pemerintah memperingatkan warga agar tidak meminum air keran selama 24 jam ke depan.
“Lanzhou telah menutup pasokan air pipa yang terkontaminasi dan karbon aktif untuk menyerap benzena sudah disebarkan,” sebut pemerintah dalam sebuah pernyataan.Karbon aktif memiliki pori-pori kecil yang dapat menyerap bahan kimia.
Perusahaan pemasok air, Lanzhou Veolia Water Co, mayoritas sahamnya dimiliki oleh pemerintah kota setempat. Selain pemerintah, 45% saham dipegang Veolia Cina, sebuah unit perusahaan Prancis, Veolia Environment.
Lanzhou Veolia Water sedang berusaha mengalihkan pasokan airnya ke instalasi pengolahan air dan diharapkan pasokan air segera kembali normal.
Pemeriksaan awal menunjukkan benzena berasal dari pabrik-pabrik kimia di sekitar kota. Meski pemerintah setempat tidak menyebut nama pabrik pelakunya, namun badan lingkungan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Lanzhou, kota industri berat dengan 3,6 juta penduduk di provinsi Gansu, merupakan salah satu kota paling tercemar polusi di China.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN