Penyulingan Whisky di Skotlandia Manfaatkan Tenaga Biomassa Ramah Lingkungan

Penyulingan Whisky di Skotlandia Manfaatkan Tenaga Biomassa Ramah Lingkungan

- detikFood
Kamis, 10 Apr 2014 12:28 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Untuk mengatasi bahan bakar dan minyak yang langka, penyulingan Scotch Whisky di Skotlandia memakai bahan bakar biomassa. Bijian hingga limbah serpihan kayu digunakan untuk menghasilkan energi di tempat penyulingan.

Produksi Scotch whisky telah berkembang selama kurang lebih 500 tahun dan menjadi bagian dalam sejarah Skotlandia. Dari segi bisnis, whisky ini juga sangat menguntungkan dengan ekspor senilai 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp 75 triliun per tahun, banyak penyulingan whisky baru dibuka untuk memenuhi permintaan seluruh dunia.

Menurut Reuters (10/04/2014), produksi minyak laut Selatan sedang menurun dan banyak perdebatan mengenai masa depan persediaan minyak. Kebanyakan penyulingan di Skotlandia bergantung pada bahan bakar minyak untuk proses produksi, tapi saat ini alternatif biomassa dengan kayu dan limbah organik cukup menarik perhatian.

Salah satu yang menggunakan alternatif energi ramah lingkungan ini adalah Diageo, perusahaan minuman alkohol terbesar di dunia. Penyulingannya yang terdapat di Speyside, Timur Laut Skotlandia tidak mempunyai akses gas dan memproduksi 10,5 juta liter whisky per tahun. Whisky lalu disimpan minimum tiga tahun sebelum digunakan oleh merek seperti Johnny Walker.

Gerry O'Hagan, kepala operasional minuman alkohol dan wine menyatakan mereka menghabiskan 17 juta poundsterling (Rp 323 milliar) untuk bioenergi dengan kapasitas 8-10 megawatts. Langkah ini memangkas sekitar 10.000 ton emisi karbondioksida per tahun. Mesin menghasilkan energi dengan membakar gandum sisa yang biasa digunakan untuk pakan hewan.

Tak hanya Diageo, penyulingan tradisional berumur ratusan tahun juga mengdaptasi penggunaan biomassa. Tomatin, penyulingan yang dibangun di Monadhliath Mountains pada abad ke 16 memproduksi 2,5 juta liter whiskey per tahun.

Tidak mempunyai akses gas mengharuskan penyulingan ini bergantung pada minyak hingga tahun lalu. Tahun 2013, mereka memasang biomass boiler dengan kapasitas 4 mega watt yang membakar palet kayu.

“Ada sekitar 20 proyek penyulingan baru. Beberapa diantaranya merupakan usaha kecil, tapi sebagian besar sudah dalam tahap perencanaan dan banyak yang sudah menanyakan tentang biomassa. Ini membuat bisnis menjadi baik dengan menurukan pengeluaran energi,” tutur Julie Hesketh-Laird, kepala operasi Scottish Whisky Association.

(dni/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads