Arctic Harvester, nama yang diberikan untuk proyek hidroponik ini, didesain untuk beroperasi di perairan Greenland Barat. Dengan adanya Arctic Harvester, diharapkan lelehan gletser menjadi tempat terbaik menumbuhkan produk lokal. Sebab selama ini Greenland mendapatkan hampir seluruh produknya dari luar negeri.
“Kami memiliki apa yang tampak sebagai sebuah sumber daya besar-besaran di satu sisi dan ada kekurangan besar-besaran juga di sisi lain karena tidak adanya produk lokal,” sebut Meriem Chabani, salah seorang desainer Arctic Harvester, seperti dikabarkan Grub Street (14/03/2014).
Arctic Harvester membuat penduduk Greenland memiliki produksi lokal yang mereka butuhkan. Nantinya para pemanen akan mengambil buah dan sayuran ke Arctic Harvester yang kemudian dikirim ke kota-kota di sepanjang pantai.
Menurut Mika Mered, CEO dan executive research director Polarisk Analytics, makanan yang ditanam di Arctic Harvester menyesuaikan dengan kebutuhan lokal di Greenland. Hal ini dikarenakan Greenland adalah pengimpor terbesar sayuran ke-4 di dunia.
Kemungkinan tanaman seperti selada, sayuran hijau, timun, cabai, tomat, wortel, dan kentang dapat ditanam di Arctic Harvester karena jenis makanan tersebut bisa tumbuh baik di lingkungan hidroponik.
Buah seperti strawberry, raspberry, dan buah eksotik seperti pepaya kecil juga dapat tumbuh dengan baik, tambah Mered. Lebih jauh lagi, ruangan di dalam Arctic Harvester dirancang agar memungkinan pengembangbiakan ikan organik. Ikan perairan dingin seperti salmon dan tilapia akan sesuai dibudidayakan disana.
Namun penelitian lebih lanjut akan diperlukan untuk menentukan ikan apa yang tepat untuk Arctic Harvester. Saat ini Polarisk Analytics sedang menggalang dana untuk proyek Arctic Harvester tersebut.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN