Pecandu Alkohol di Kanada Diberi Latihan Membuat Bir Dan Wine

Pecandu Alkohol di Kanada Diberi Latihan Membuat Bir Dan Wine

Deani Sekar Hapsari - detikFood
Kamis, 27 Feb 2014 11:15 WIB
Foto: Thinkstock /NPR
Jakarta - Umumnya pecandu alkohol dimasukkan ke dalam pusat rehabilitasi. Sekelompok orang di Vancouver, British Columbia, Kanada justru mengajarkan pecandu ini untuk membuat bir dan wine. Langkah ini untuk mencegah mereka tidak minum minuman alkohol murah dan tidak aman.

Proyek ini merupakan ide dari Portland Hotel Society. Lembaga ini ditujukan untuk orang yang menderita penyakit mental dan kecanduan di Vancouver. Berita tentang proyek pembuatan wine dan bir ini tersebar dalam hitungan minggu dan mendapatkan respon yang cukup positif.
Β 
Pemimpin Portland Hotel Society menyatakan mereka ingin menyediakan alternatif aman untuk pecandu alkohol yang mulai mengembangkan sikap yang tidak aman dan berbahaya. Mulai dari pencurian minuman alkohol hingga meminum apapun yang mengandung alkohol.
Β 
β€œSejujurnya kami lebih memilih supaya mereka berhenti minum. Tapi jika hal itu terjadi, kami ingin mereka tidak minum hand sanitizer,” tutur executive director, Mark Townsend kepada Vancouver Sun (27/02/2014).

Program membuat bir dan wine yang dimulai sejak enam bulan lalu, mengharuskan partisipan untuk membuat beberapa komitmen sebagai ganti lima liter bir home-brewed. Mark menyatakan, sebagai tambahan orang yang mengikuti program ini merasa bangga akan hasil bir mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Partisipan tinggal membayar $10 atau sekitar Rp 116.400 dan bekerja dalam grup yang terdiri dari empat anggota. Setiap minggunya, brewmaster akan mengajarkan jenis bir dan wine berbeda. Minggu ini, mereka membuat Dutch lager dan honey lager.

Dilansir dalam Canadian Post (27/02/2014) partisipan harus mengikuti pertemuan 'Drinker's Lounge' pada Jumat malam. Pertemuan ini juga melibatkan program pertukaran alkohol, dimana para anggota bisa membawa kemasan alkohol palsu dan menggantinya dengan minuman bir reguler.

β€œKami hanya mencoba melakukan apa yang kami bisa tanpa sumber daya untuk membuat para pecandu alkohol menjalani hidup lebih aman. Kami membuat komunitas kami lebih aman dan menjaga mereka tetap hidup satu hari lagi,” tutur Mark. Β 

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads