Temuan ini nantinya dapat dikembangkan untuk mencari metode agar makanan rendah lemak beraroma lezat. Dengan hal ini diharapkan asupan lemak seseorang bisa berkurang.
Seperti dikabarkan Science Daily (30/01/2014), Johan Lundstrom sebagai salah satu peneliti Monell Center mengatakan, βIndera penciuman kita ternyata berguna lebih banyak dalam kehidupan sehari-hari. Selain mencium, hidung dapat mendeteksi dan membedakan secara cepat kandungan lemak dalam makanan.β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk melakukan hal ini, tim peneliti meminta subjek mencium beberapa sampel susu yang mengandung kadar lemak berbeda, yaitu 0,125 persen; 1,4 persen; dan 2,7 persen. Subjek kemudian diminta mencium ketiga sampel susu tersebut dengan mata tertutup.
Dua susu yang diberikan sebenarnya mengandung kadar lemak yang sama, hanya satu susu yang berbeda. Peneliti ingin mengetahui apakah subjek dapat membedakan satu susu tersebut.
Percobaan yang sama dilakukan tiga kali dengan variabel subjek penelitian yang berbeda. Pertama, subjek terdiri dari orang-orang dengan berat badan normal di wilayah Philadelphia. Kedua, subjek terdiri dari orang dengan latar budaya berbeda yaitu dari wilayah Wageningen di Belanda. Ketiga, subjek terdiri dari orang-orang dengan berat badan normal dan kelebihan berat badan di wilayah Philadelphia.
Hasil dari tiga uji coba yang dilakukan, subjek dapat membedakan kadar lemak dalam susu. Hasil ini tidak dipengaruhi variabel budaya mengingat lebih banyak orang Belanda yang minum susu sehari-hari daripada orang Amerika. Hasil ini juga tidak dipengaruhi status berat badan subjek penelitian.
βSekarang kita perlu mengidentifikasi molekul bau yang memungkinkan orang mendeteksi dan membedakan kadar lemak dalam makanan. Untuk melakukannya kita butuh analisis kimia yang canggih,β ujar Sanne Boesveldt, pemimpin penelitian ini.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN