Darah Bisa Jadi Pengganti Putih Telur dan Diolah Jadi Es Krim dan Cake

Darah Bisa Jadi Pengganti Putih Telur dan Diolah Jadi Es Krim dan Cake

- detikFood
Kamis, 16 Jan 2014 07:11 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Darah tidak lazim diolah menjadi makanan, namun beberapa chef terkenal dunia justru menyerukan penggunaan darah dalam makanan. The Nordic Food Lab mengungkapkan darah kaya akan zat gizi dan lezat.

Sejak didirikan tahun 2008, The Nordic Food Lab yang berbasis di Copenhagen, Denmark telah menjadi inovator dalam ilmu kuliner. Elizabeth Paul sebagai salah satu peneliti disana mengatakan, darah memiliki sifat mirip telur saat dimasak dan merupakan sumber zat besi yang baik.

Darah juga diyakini bisa menjadi pengganti putih telur dan harus digunakan secara luas mengingat telur merupakan penyebab alergi nomor dua di Eropa. Sejauh ini, pihak laboratorium telah berhasil mengganti telur dengan darah saat membuat cake, meringue, pancake dan es krim, serta hidangan manis lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€œAwalnya sulit membayangkan tekstur darah saat membuat adonan meringue. Tetapi ketika darah dan gula dikocok bersama ternyata menghasilkan foam yang luar biasa. Mungkin salah satu tekstur yang paling aneh sekaligus paling cantik yang pernah dilihat The Nordic Food Lab,” ujar Paul, seperti diberitakan Independent (15/01/2014).

Menurutnya, penggunaan darah sebagai bahan makanan sebenarnya bukan hal asing. Tradisi memasak menggunakan darah sudah ada di Eropa sejak zaman dahulu, seperti menu black pudding dan sosis.

Daniel Doherty selaku chef restoran Duck & Waffle di London mengatakan, β€œSaya pikir banyak orang akan menikmati makanan yang dibuat menggunakan darah, asalkan mereka tidak terlalu memikirkannya.”

Tertarik mencoba menu berbahan darah? The Nordic Food Lab membagikan resep es krim yang terinspirasi dari sanguinaccio. Menu tradisional Italia ini merupakan puding cokelat yang terbuat dari darah babi sebagai pengentalnya.

Bahan yang dibutuhkan adalah 300 ml darah babi, 60 gram roasted barley koji (sejenis gandum yang telah difermentasikan kemudian dipanggang), 300 gram susu, 20 gram krim, 88 gram trimolin (sejenis sirup gula), dan 2,8 gram guar gum (sejenis polisakarida yang berasal dari benih tanaman legum).

Sehari sebelum membuat es krim, haluskan roasted barley koji menjadi bubuk dan campurkan dalam keadaan dingin ke dalam 300 ml susu. Dinginkan dalam suhu 4 C selama 24 jam. Kemudian, pindahkan campuran dingin tersebut ke dalam kantung kue dan tambahkan susu hingga mencapai berat 300 gram.

Setelah itu, saring darah babi untuk menghilangkan gumpalan protein. Tambahkan krim, darah dan trimolin ke dalam adonan dan panaskan sambil diaduk terus-menerus. Ketika suhu mencapai 50 C, tambahkan guar gum dan aduk terus hingga mengental dan berwarna seperti puding cokelat.

Panaskan sampai suhu 75 C dan pertahankan selama 15 detik. Kemudian masukkan ke dalam wadah mesin pengolah es krim (pacojet) dan dinginkan. Ketika membeku, putar adonan di pacojet dan es krimpun siap dinikmati.



(odi/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads