Untuk mengatasinya, kini ‘susu’ berbahan dasar gandum dan kacang-kacangan yang telah difermentasi bersama bakteri probiotik bisa jadi alternatif pengganti yogurt.
Seperti dilansir dari Science Daily (06/01/2014), para peneliti di Universitat Politecnica de Valencia, Spanyol telah mengembangkan produk baru pengganti yogurt konvensional. Tim peneliti bekerja di laboratorium Institute of Food Engineering for Development menggunakan bahan nabati berupa kacang almond, gandum, dan hazelnut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
‘Susu’ yang terbuat dari biji-bijian dan kacang-kacangan ini memberi banyak manfaat kesehatan bagi kelompok konsumen dengan masalah tertentu, seperti penderita intoleransi laktosa, penderita alergi susu sapi, dan vegetarian.
‘Susu’ nabati ini mengandung asam lemak sehat dan karbohidrat dengan indeks glikemik rendah sehingga cocok untuk penderita diabetes. Selain itu, ‘susu’ ini juga mengandung vitamin B, E, antioksidan berupa pitosterol atau polifenol, dan serat makanan yang membantu meningkatkan kesehatan usus.
Tak hanya itu, kandungan kalium yang tinggi serta sodium yang rendah membuat ‘susu’ nabati ini mampu menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh.
“Susu yang berasal dari kacang-kacangan dianjurkan terutama untuk wanita hamil karena tinggi asam folat dan rasio kalsium/fosfornya sangat baik,” ujar Chelo Gonzalez sebagai salah satu peneliti.
Menurut Gonzalez, tidak adanya laktosa, protein susu, dan gluten membuat minuman ini sangat baik dijadikan pengganti susu sapi.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN