Praktis! Hidangan Natal Lengkap dalam Satu Kaleng

Praktis! Hidangan Natal Lengkap dalam Satu Kaleng

- detikFood
Selasa, 10 Des 2013 15:01 WIB
Foto: The Telegraph
Jakarta - Terlalu asyik bermain game membuat kita lupa segalanya. Tak jarang, kita sampai lupa makan. Namun, tak perlu khawatir melewatkan jamuan makan Natal nanti, karena Anda bisa menyantapnya sambil menjalankan hobi.

Peritel video game asal Inggris, GAME, menciptakan solusi bagi mereka yang tak mau lepas dari game tapi juga tak mau ketinggalan menyantap hidangan Natal. GAME menyatukan sajian Natal lengkap dalam sebuah kaleng!

Dinamai 'Christmas Tinner', produk ini terdiri dari sembilan lapis hidangan Natal olahan. Dari atas hingga dasar kaleng, secara berturut-turut ada telur orak-arik dan bacon, dua pai daging cincang, daging kalkun dan kentang, gravy, bread sauce, saus cranberry, brussel sprout/brokoli dengan isian, wortel dan parsnip sangrai, serta Christmas pudding.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut penelitian GAME, 43% pecinta game di Inggris menghabiskan sebagian besar Hari Natal mereka dengan memainkan konsol dan game baru.

"Makanya GAME mengembangkan Christmas Tinner agar mereka bisa memainkan GAME sepanjang hari tanpa perlu melewatkan hidangan favorit mereka maupun mencuci piring," ujar GAME, seperti diberitakan The Telegraph (06/12/13).

Penggagas Christmas Tinner Chris Godfrey memastikan bahwa semua hidangan dalam kaleng tersebut melengkapi citarasa satu sama lain.

"Produk ini dirancang agar pemain dapat menikmati satu demi satu lapisannya, dimulai dari menu sarapan dan diakhiri dengan Christmas pudding. Hidangan Natal sempurna tanpa repot!" klaim Godfrey yang tercatat sebagai mahasiswa jurusan desain.

Produk unik ini dijual di toko GAME di Basingstoke, Inggris, dengan harga Β£1.99 (Rp 39.000). Jika permintaan tinggi, perusahaan ini mempertimbangkan untuk menjualnya di seluruh Inggris.

Penelitian terbaru Domino's Pizza menunjukkan bahwa para penggila game akan melakukan apa saja asal bisa tetap bermain. Hampir setengah pria pemain game menolak seks demi bisa bermain game, sementara seperlima wanita pemain game mengaku tak hadir di acara pernikahan dan pesta bujang.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads