Soda Kue dan Baking Powder, Apa Bedanya?

Fitria Rahmadianti - detikFood Selasa, 19 Nov 2013 17:34 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Saat membuat kue, kita sering menemukan 'baking soda atau soda kue' dan 'baking powder' dalam resep. Meski bernama dan berwujud mirip, keduanya memiliki fungsi masing-masing yang sulit digantikan satu sama lain.

Bahan pengembang terdiri dari tiga kategori, yakni uap, organik, dan kimia. Uap digunakan untuk mengembangkan kue sus atau puff pastry. Sementara itu, bahan pengembang organik adalah ragi, mikroorganisme yang memakan gula dan melepas gas. Ini yang membuat adonan menjadi bervolume lebih.

Soda kue dan baking powder tergolong bahan pengembang kimia. Keduanya menciptakan reaksi kimiawi dengan melepas gas karbon dioksida, sehingga membentuk gelembung-gelembung dalam adonan dan membuatnya mengembang.

Baking soda (sodium bikarbonat atau soda kue) bersifat alkalin dan bereaksi dengan asam seperti cuka, buttermilk, sour cream, air jeruk lemon, yogurt, atau bahkan madu dalam membuat kue. Tanpa bahan tersebut, baking soda tak aktif dan adonan tak akan mengembang.

Reaksinya muncul segera setelah Anda mencampur bahan-bahan. Jadi, pangganglah adonan yang memakai soda kue segera sebelum menjadi kempis.

Baking powder sendiri adalah baking soda yang sudah mengandung komponen asam seperti cream of tartar. Menurut situs About.com, baking powder terdiri dari dua jenis, yakni single-acting dan double-acting.

Baking powder single-acting diaktifkan oleh kelembaban, jadi Anda harus segera memanggang adonan berbahan baking powder tersebut setelah dicampur.

Namun, kebanyakan baking powder berjenis double-acting yang bisa bertahan sebentar sebelum dipanggang, karena pelepasan gasnya terjadi dalam dua tahap. Sedikit gas dilepas pada proses pengocokan dengan bahan-bahan basah, sementara sebagian besar gasnya dilepas di oven saat suhu adonan meningkat. Karenanya dalam takaran biasanya dipakai setengah dari takaran baking powder single-acting.

Baking soda maupun baking powder sama-sama berwujud bubuk putih. Namun, baking soda 3-4 kali lebih kuat daripada baking powder. Penggunaannya tergantung bahan yang digunakan.

Baking soda memiliki rasa pahit jika tidak dicampur bahan asam, sementara baking powder memiliki rasa netral dan biasa dicampur dengan bahan netral seperti susu. Baking soda dipakai dalam resep kue-kue kering dan kue yang memakai campuran buah atau manisan buah, sementara baking powder sering digunakan saat membuat cake.

Baking powder bisa menggantikan baking soda. Namun, jumlah yang diperlukan bisa tiga kali lipat sehingga bisa menimbulkan rasa pahit. Adonan juga akan naik dengan cepat dan kempis sebelum sempat dipanggang.

Sementara itu, baking soda juga tak memiliki cukup asam untuk mengembangkan cake. Namun, Anda bisa membuat baking powder sendiri dengan mencampurkan dua bagian cream of tartar dengan satu bagian baking soda. Campuran ini harus segera dipakai.

Kekuatan baking soda dan baking powder bisa hilang setelah beberapa lama, terutama jika disimpan di tempat hangat, lembap, atau jika wadahnya tak ditutup dengan rapat. Untuk hasil terbaik, gantilah setelah enam bulan. Untuk mengetesnya, cukup masukkan sedikit baking soda atau baking powder dalam air secukupnya. Jika berbuih dan bergelembung berarti masih aktif atau bisa dipakai.

(fit/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com