Kota Tangerang memiliki kekayaan kuliner yang bertahan puluhan tahun, bahkan lintas generasi. Mulai dari es legendaris dari abad ke-17 sampai ayam goreng klasik yang enak.
Di berbagai sudut kota Tangerang, banyak berdiri tempat makan legendaris yang tetap mempertahankan cita rasa khas menunya hingga kini.
Beberapa di antaranya bahkan berada di sekitar area bersejarah seperti Pasar Lama Tangerang dan kawasan Pecinan yang telah berkembang sejak abad ke-17.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hidangan sate yang terjual ribuan tusuk setiap hari, sajian bubur dengan topping khas, hingga es serut yang menyegarkan di tengah cuaca panas, semuanya memiliki cerita panjang di balik popularitasnya. Tak heran jika kuliner-kuliner ini masih ramai diburu hingga sekarang.
Berikut lima rekomendasi kuliner legendaris di Tangerang yang wajib masuk daftar wisata kuliner.
1. Sate Ayam H. Ishak
Pasar Lama Tangerang dikenal dengan kawasan kuliner yang memiliki beragam pilihan makanan. Salah satunya kuliner legendaris ini, Sate H. Ishak. Foto: Grandyos Zafna |
Sate Ayam H. Ishak jadi salah satu kuliner legendaris yang jadi incaran di kawasan Pasar Lama Tangerang, sudah bertahan lebih dari 72 tahun. Usaha ini pertama kali dirintis oleh Haji Ishak pada 1954 dengan berjualan sate ayam secara keliling sebelum akhirnya menetap di Pasar Lama.
Kini, usaha tersebut diteruskan oleh anak-anaknya dengan tetap menjaga resep dan cara memasak asli. Berbeda dari sate Madura lain, kedai ini hanya menyajikan sate ayam dengan berbagai bagian seperti daging, kulit, ati, ampela, hingga telur muda (uritan).
Keaslian rasa dijaga dengan penggunaan arang batok dan kacang Madura untuk bumbu kacang. Setiap hari sekitar 6.000 tusuk sate terjual, dengan kisaran harga sate ayam dari Rp 25.000 per porsinya.
2. Es Buntin
Es Buntin Foto: dok. detikFood |
Tak lengkap rasanya berkunjung ke kawasan Pecinan Tangerang, tapi tidak mampir ke kedai es legendaris yang terkenal dengan nama Es Buntin. Lokasinya sangat dekat dengan Klenteng Boen Tek Bio, klenteng bersejarah yang telah berdiri sejak abad ke-17. Kedai es serut ini dikelola oleh Lim Bun Tin dan istrinya sejak sekitar tahun 1980.
Menu utamanya adalah es serut berbentuk kerucut dengan berbagai topping seperti alpukat, kelapa, cincau, cendol, pacar China, dan jelly. Beberapa menu favorit di antaranya es campur, es buah, serta varian unik seperti Es Putsal (Putri Salju) dan Es Bumi Hangus dengan warna hitam.
Harganya terjangkau, mulai dari Rp 12.000 hingga Rp 30.000. Meski sederhana, Es Buntin selalu ramai pembeli karena rasanya segar dan sudah menjadi bagian dari wisata kuliner legendaris Pasar Lama Tangerang yang bertahan sampai sekarang.
3. Bubur Ayam Spesial Ko Iyo
Bubur Ayam Ko Iyo Pasar Lama Tangerang Foto: Qonita Hamidah/detik travel |
Bubur Ayam Spesial Ko Iyo merupakan salah satu kuliner legendaris di kawasan Pasar Lama Tangerang yang sudah ada sejak 1966. Kedai ini pertama kali dirintis oleh mendiang Ko Iyo dan hingga kini tetap menjadi favorit pecinta bubur di Tangerang.
Keunikan bubur ini terletak pada toppingnya yang lengkap, seperti ayam cincang, tongcai, cakwe, ati ampela, serta tambahan daun selada yang memberi rasa segar. Perpaduan gurih bubur dengan berbagai pelengkap membuat rasanya berbeda dari bubur ayam pada umumnya.
Bubur Ayam Spesial Ko Iyo biasanya buka pada sore hingga malam hari, sehingga cocok dijadikan pilihan kuliner malam di kawasan Pasar Lama. Dengan harga yang terjangkau dari Rp 15.000 saja, hidangan ini tetap mempertahankan cita rasa khasnya sejak puluhan tahun lalu.
4. Nasi Jagal Ibu Zahra
Nasi Jagal Ibu Zahra menawarkan kuliner legendaris khas Tangerang yang klasik dan mengenyangkan. Berlokasi di kawasan Bayur, tempat makan ini sudah beroperasi sejak tahun 1990-an terkenal dengan menu andalannya berupa nasi hangat yang disajikan dengan tumisan daging sapi.
Tumisan daging sapi ini terdiri dari bagian sandung lamur atau tetelan, yang dimasak dengan kecap manis kental hingga menghasilkan rasa gurih dan sedikit manis. Hidangan ini semakin nikmat dengan tambahan sambal pedas yang memanjakan lidah.
Selain nasi jagal, tersedia juga nasi goreng jagal yang tak kalah populer. Keunikan lainnya, kedai ini buka 24 jam sehingga sering menjadi tujuan kuliner malam. Harganya juga masih terjangkau yaitu dari Rp 15.000 saja sudah bisa makan kenyang.
5. Ayam Goreng dan Ayam Bakar Borobudur
Cita Rasa Ayam Goreng dan Bakar Legendaris 'Borobudur' yang Terkenal di Tangerang Foto: detikFood |
Berbeda dari kuliner legendaris lainnya, yang kebanyakan kuliner kaki lima dan di area Pasar Lama, yang satu ini ada di lokasi berbeda. Pencinta olahan ayam wajib cicip Ayam Goreng dan Ayam Bakar Borobudur yang berdiri sejak 1992 di M. Haryono, Tangerang.
Rumah makan yang dirintis oleh Aliong ini terkenal dengan ayam kampung goreng dan bakarnya yang dimasak menggunakan bumbu ungkep khas hingga meresap ke dalam daging. Tekstur ayamnya empuk dengan kremesan gurih yang menjadi favorit banyak pelanggan.
Sementara ayam bakarnya memiliki cita rasa unik dengan perpaduan manis, pedas, dan sedikit asam. Hidangan ini semakin nikmat disantap dengan sambal terasi resep khas turun-temurun. Selain ayam, menu pelengkap seperti sayur asem, tahu, dan tempe juga menjadi favorit pelanggan. Masalah harga, menu makanan di sini masih cukup terjangkau yaitu dari Rp 25.000 dan cocok untuk disantap bersama keluarga.
Simak Video "Sudah Ada Sejak 1958, Begini Penampakan Restoran Ayam Tjap Benteng"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/adr)





KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN