Warna-warni cokelat itu mengandung perwarna yang buatan yang diinformasikan dapat membuat anak-anak semakin hiperaktif. Hal ini membuat beberapa ibu membuat petisi demi mencegah anak mereka terkena dampak negatif ini.
“Dalam petisi ini, saya meminta pihak Mars untuk mengganti warna-warna cokelat itu dengan warna yang natural, tentunya hal ini dapat mereka lakukan.” kata seorang ibu bernama Renee Shutters kepada npr.com (12/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menyebutkan produk Mars yang dijual di Eropa berbeda dengan produk yang dijual di Inggris. “Kandungan pewarnanya lebih tinggi pada produk yang dijual di Eropa,” katanya. Tak hanya cokelat, saat ia membuka lemari makanan, ia tahu bahwa ayam, yogurt, bahkan maccaroni and cheese juga mengandung bahan pewarna yang tinggi.
Ada banya alasan perusahaan makanan menggunakan bahan pewarna buatan dibandingkan dengan bahan pewarna alami. Pertama, warna yang dihasilkan tidak akan sebagus warna dari bahan pewarna buatan. Kedua, harga bahan pewarna alami lebih mahal daripada yang buatan.
Hal itu karena bahan pewarna alami terbuat dari jus bit atau jus wortel. Biaya pembuatan pewarna itu tentu akan memakan biaya yang lebih banyak jika dibandingkan dengan biaya produksi makanan. Apalagi, di kalangan peneliti belum terbukti apakah pewarna itu dapat membuat anak-anak mendapat masalah seperti hiperaktif.
Mars pun menganggapi bahwa mereka sangat menyadari akan petisi tersebut. Namun, mereka juga menjamin bahwa produk-produk mereka adalah produk yang diawasi kualitas dan keamanannya.
Mereka juga terus meningkatkan kualitas produk dalam segi komposisi bahan, minat konsumen, teknologi baru, dan informasi ilmiah. Contohnya saja, baru-baru ini Mars telah menerima izin dari Food and Drug Administration untuk menggunakan ekstrak spirulina.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN