Jangan Selalu Dihindari, Jeroan Sapi Juga Kaya Nutrisi!

Jangan Selalu Dihindari, Jeroan Sapi Juga Kaya Nutrisi!

Fitria Rahmadianti - detikFood
Senin, 04 Nov 2013 15:31 WIB
Jangan Selalu Dihindari, Jeroan Sapi Juga Kaya Nutrisi!
Foto: Thinkstock
Jakarta - Jeroan sapi yang awalnya dianggap sampah kini dimanfaatkan menjadi hidangan lezat. Siapa sangka selain lebih murah daripada daging, ternyata jeroan rendah lemak, tinggi protein, serta kaya vitamin dan mineral?

Ternyata jeroan tak seburuk yang kita pikirkan. Daily Mail (02/11/13) melansir infografi terkait kandungan nutrisi dan manfaat jeroan bagi tubuh. Bagaimanapun juga, jangan jadikan alasan untuk mengonsumsinya secara berlebihan.

1. Babat, untuk kesehatan tulang

Foto: Thinkstock
Dalam seporsi babat, ada 10,6 gram protein, 0,75 gram lemak, dan 49 kalori. Karena rendah lemak dan kalori, babat cocok untuk mereka yang sedang berdiet. Meski nutrisinya tak sekaya bagian sapi lain, kandungan kalsiumnya tinggi yakni 52 mg per 100 gram. Jadi, seporsi babat bisa memenuhi 1/7 anjuran harian kalsium. Bagian perut hewan ini pas untuk orang-orang yang menghindari produk olahan susu atau yang bermasalah dengan kesehatan tulangnya.

2. Buntut, untuk menyembuhkan flu

Foto: Thinkstock
Buntut sapi mengandung 45,7 gram protein, 20,1 gram lemak, dan 364 kalori. Seporsi kecilnya saja mengandung 15 mg zinc atau hampir memenuhi kebutuhan harian. Kandungan zincnya paling tinggi dibanding potongan sapi lainnya. Menurut penelitian, zinc sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh serta dapat meredam pilek.

Seporsi buntut sapi juga mengandung lebih banyak protein daripada jeroan lain, bahkan lebih dari separuh jumlah anjuran harian. Cocok untuk Anda yang sedang ingin memperbesar otot.

3. Ginjal, untuk sumber protein rendah lemak

Foto: Thinkstock
Di dalam ginjal sapi terdapat 36,7 gram protein, 6,6 gram lemak, dan 207 kalori. Per porsinya dapat memenuhi anjuran zat besi harian bagi wanita, setara enam telur ukuran besar atau lima kantung baby spinach. Dibanding daging sapi, kandungan lemak ginjal lebih rendah atau hanya 4%, sedangkan kandungan proteinnya sama.

Ginjal merupakan salah satu sumber terkaya dari selenium yang bisa memenuhi anjuran harian 300 mcg dalam seporsinya. Antioksidan ini membantu mencegah kerusakan jaringan dan membantu fungsi kelenjar gondok.

4. Hati, untuk energi

Foto: Thinkstock
Hati sapi mengandung 33,4 gram protein, 14,4 gram lemak, dan 264 kalori. Kandungan zat besinya melebihi daging sapi maupun bayam. Bahkan, per porsi hati sapi bisa memenuhi 3/4 kebutuhan zat besi harian wanita dan melebihi anjuran per hari untuk pria.

Hati juga kaya tembaga, yakni 35 mg per porsi, sementara disarankan hanya 1 mg per hari. Zat ini sangat penting untuk perkembangan otak, kekuatan tulang, dan kekebalan tubuh. Makanya, hati cocok dikonsumsi lansia dan orang yang lemah.

5. Jantung, untuk menurunkan berat badan

Foto: Thinkstock
Jantung mengandung 37,9 gram protein, 20,8 gram lemak, dan 339 kalori. Kandungan proteinnya lebih tinggi daripada ginjal, sangat rendah lemak, dan lengkap vitamin B-nya. Seporsi jantung dapat memenuhi kebutuhan zat besi pria atau setengah kebutuhan wanita. Mencukupi 1/3 dariΒ  asupan harian zinc.

6. Lidah, pengganti ham

Foto: Thinkstock
Lidah sapi memiliki 27,3 gram protein, 36 gram lemak, dan 433 kalori. Meski rasa dan konsistensinya seperti ham (olahan daging babi), lidah sapi mengandung vitamin B12 tujuh kali lebih banyak dan vitamin C enam kali lebih tinggi. Kandungan zat besinyapun tiga kali lipat, yakni 3,4 mg per 100 gram. Jadi, seporsi lidah sapi memenuhi 1/3 keperluan zat besi harian wanita dan 1/2 anjuran harian untuk pria.

7. Tak boleh dikonsumsi wanita hamil

Foto: Thinkstock
Kandungan nutrisi tersebut berdasarkan ukuran porsi standar, yakni 150-200 gram. Namun, wanita hamil perlu berhati-hati karena jeroan tinggi retinol (vitamin A dari hewan) yang berkaitan dengan cacat lahir.
Halaman 2 dari 8
(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads