Pemerintah AS Keluarkan Pedoman untuk Cegah Reaksi Alergi Makanan

Pemerintah AS Keluarkan Pedoman untuk Cegah Reaksi Alergi Makanan

- detikFood
Jumat, 01 Nov 2013 06:11 WIB
Foto: Foxnews
Jakarta - Saat ini jumlah penderita alergi makanan semakin bertambah. Survei Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat memperkirakan 1 dari 20 anak-anak di AS mengalami alergi makanan.

Guna mencegah reaksi alergi yang tidak diinginkan, pemerintah AS mengeluarkan pedoman untuk sekolah mengenai upaya melindungi anak-anak yang mengalami alergi makanan.

Seperti dilansir dari Fox News (31/10/2013), sejumlah sekolah di 15 negara bagian AS telah memiliki kebijakan untuk mengatasi masalah alergi makanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Β β€œKebutuhan saat ini adalah menyediakan kebijakan yang lebih komprehensif, menstandarisasi bagaimana sekolah-sekolah harus mengatasi masalah ini,” ujar Dr. Wayne Giles yang mengawasi pengembangan kebijakan untuk CDC.

Pedoman yang telah diajukan dalam hukum federal tahun 2011 ini akhirnya dirilis pada Rabu, 30 Oktober 2013. Seperti diketahui, kacang, susu, dan kerang adalah beberapa makanan yang paling sering memicu reaksi alergi. Tetapi para ahli mengatakan lebih dari 170 makanan lainnya juga bisa menyebabkan reaksi alergi yang berbahaya.

Beberapa hal yang seharusnya dilakukan pihak sekolah untuk mengatasi alergi makanan antara lain, mengidentifikasi anak-anak yang memiliki alergi makanan, mempunyai langkah untuk mencegah eksposur dan mengelola setiap reaksi alergi, dan melatih guru untuk menggunakan obat-obatan alergi seperti suntikan epinephrine.

Selain itu, pihak sekolah harus memastikan kawasan kelas dan sekolah bebas dari makanan penyebab alergi dan tidak melakukan kegiatan yang bersentuhan dengan makanan penyebab alergi.

β€œMisalnya tidak menggunakan permen kacang M&M’s saat pelajaran menghitung,” ujar John Lehr selaku pemimpin kelompok advokasi, Food Allergy Research & Education (FARE).

Salah seorang penyusun pedoman, Carolyn Duff mengatakan banyak sekolah tidak memiliki kebijakan terkait masalah alergi makanan. β€œDan jika mereka melakukannya, mungkin kebijakan tersebut tidak benar-benar komprehensif,” ujar Duff.

(odi/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads