Wah, Saat Mabuk Wanita Jadi Cengeng dan Pria Tetap Ceria

Wah, Saat Mabuk Wanita Jadi Cengeng dan Pria Tetap Ceria

Fitria Rahmadianti - detikFood
Minggu, 20 Okt 2013 10:58 WIB
Foto: Thinsktock
Jakarta - Setelah minum beberapa gela wine, seorang wanita tampak murung. Perlahan-lahan air matanya mengalir dan iapun terisak-isak. Sementara seorang pria di sampingnya yang telah menenggak jumlah wine yang sama tampak mudah tertawa dengan lelucon paling tak lucu sekalipun.

Mengapa efek alkohol berbeda pada pria dan wanita? Ternyata, sebuah studi yang dilakukan oleh University of Southern Denmark menemukan bahwa jenis kelamin memengaruhi efek alkohol saat mabuk.

Peneliti melibatkan 151 orang perempuan dan 79 orang laki-laki muda usia 15-20 tahun di Denmark yang menghadiri pesta SMA. Sambil minum, mereka mendatangi ruang pemeriksaan dekat pesta tersebut dalam jangka waktu satu jam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kadar alkohol dalam darah (BAC) mereka diukur dengan alat penganalisis napas. Sementara itu, tingkat keceriaan mereka dinilai dengan angka 0-16, distraksi fokus 0-8, dan kelesuan 0-4.

"Kami menemukan bahwa konsumsi alkohol rendah sampai sedang berhubungan dengan meningkatnya keceriaan pada anak-anak muda yang menghadiri pesta SMA," jelas Professor Marie Eliasen, salah satu peneliti, seperti diberitakan Daily Mail (18/10/13).

Namun, ia melanjutkan, konsumsi alkohol berlebihan yang terlihat dari tingginya BAC terkait dengan menurunnya keceriaan pada perempuan, sedangkan hal ini tak terlihat para laki-laki.

Menurut Eliasen, tak menurunnya keceriaan pada pria dengan BAC tinggi bisa jadi karena mereka memiliki toleransi alkohol lebih tinggi dibanding wanita. Pasalnya, mereka lebih sering minum berlebihan dan pada umumnya memiliki asupan alkohol mingguan lebih tinggi daripada lawan jenisnya.

Eliasen berpendapat bahwa temuan terkait meningkatnya distraksi fokus pada BAC tinggi menekankan pentingnya mengurangi minum alkohol berlebihan. Masalahnya, bertambahnya distraksi fokus berhubungan erat dengan tingginya risiko kecelakaan.

"Temuan ini juga bisa digunakan sebagai argumen bagi orangtua dan dokter yang mencoba mengurangi konsumsi alkohol berlebihan pada anak muda," kata Eliasen tentang penelitiannya yang dimuat di jurnal Alcoholism: Clinical and Experimental Research.

(dni/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads