Gelembung Soda Membuat Minuman Berpemanis Buatan Terasa Gula Asli

Gelembung Soda Membuat Minuman Berpemanis Buatan Terasa Gula Asli

Fitria Rahmadianti - detikFood
Kamis, 03 Okt 2013 16:33 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Karbonasi bikin minum soda terasa lebih seru. Jika gelembungnya sudah habis, soda jadi terasa hambar. Ternyata, gelembung ini memengaruhi cara kita menafsir rasa manis minuman. Pemanis buatanpun jadi terasa seperti gula alami.

Tim peneliti yang dipimpin Dr Rosario Cuomo dari Universitas Federico II Italia menggunakan functional magnetic resonance imaging (fMRI) untuk menyelidiki efek karbonasi terhadap pemrosesan rangsang manis di otak. Mereka menduga hal tersebut berhubungan dengan pemilihan makanan dan rasa kenyang.

Mereka menemukan bahwa secara umum karbonasi menyebabkan penurunan pemrosesan sinyal rasa manis di syaraf. Namun, pemrosesan tersebut tampak paling berkurang pada gula seperti sukrosa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Studi ini membuktikan bahwa kombinasi karbonasi dan pemanis buatan dapat membuat rasa manis minuman diet sulit dibedakan dengan minuman biasa," ujar Cuomo, seperti dilansir situs Food Navigator (24/09/13).

Ia menambahkan, hal ini baik untuk penurunan berat badan. Konsumsi minuman rendah kalori jadi mudah karena rasanya dipersepsikan seenak minuman yang mengandung gula dan tinggi kalori.

Bagaimanapun juga, ada efek buruknya. Kombinasi karbonasi dan gula dapat merangsang peningkatan konsumsi gula dan makanan karena otak mendeteksi asupan gula sedikit dan keseimbangan energi jadi terganggu.

Di jurnal Gastroenterology, tim peneliti menyelidiki gangguan antara karbon dioksida dan persepsi rasa manis. Mereka juga memeriksa efek karbon dioksida terhadap sukrosa dan pemanis buatan (aspartame-acesulfame [As-Ac], kombinasi yang sering digunakan dalam minuman diet) dengan memonitor perubahan di aktivitas otak regional menggunakan fMRI.

Data menunjukkan bahwa karbon dioksida mengurangi pemrosesan rasa manis secara global di syaraf. Karbonasipun mengurangi pemrosesan sukrosa lebih banyak daripada As-Ac. "Kaburnya perbedaan antara sukrosa dan As-Ac yang disebabkan karbon dioksida akan mendorong konsumsi minuman rendah kalori," kata Cuomo.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads