Seperti yang dikabarkan DailyMail (15/09/2013), satu dari 10 sosis babi diketahui membawa virus yang berpotensi mematikan. Para ilmuan yang menemukan wabah virus ini sangat mengkhawatirkan warga Inggris yang kini banyak yang mengalami hepatitis E setelah makan daging babi yang terkontaminasi.
Infeksi virus hepatitis pernah dianggap jarang terjadi, namun dalam satu tahun ini kasusnya justru meningkat sekitar 40%. Menurut data yang dimiliki tim peneliti, angka korbannya mencapai 657 jiwa di tahun 2012 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Infeksi virus ini terjadi karena mengonsumsi sosis yang umum berisi daging dengan jejak darah babi dan terbungkus usus hewan. Untuk mengurangi risiko terkena virus hepatitis, para ahli menganjurkan untuk memasak sosis higga suhu 70 derajat selsius dan dimasak selama 20 menit.
Dalam pengujian ini, virus bisa bertahan dalam suhu 60 derajat selsius. Bahkan sebuah laporan yang diterbitkan minggu lalu oleh Department for Environment, Food, and Rural Affairs, mengatakan jika 10% dari sampel sosis ditemukan mengandung virus hepatitis.
Temuan ini berhasil membuktikan jika hepatitis E bisa ditularkan melalui makanan. Hal ini juga umum terjadi di negara berkembang, yang biasanya ditularkan melalui air yang terkontaminasi. Semua jenis hapatitis diketahui dapat menyebabkan pembengkakan pada hati, kerusakan organ, kanker hati dan kematian.
Virus ini sangat berbahaya bagi wanita hamil dengan usia kandungan trimester ketiga. Karena akan meningkatkan risiko komplikasi hingga gagal ginjal akut. Satu dari lima wanita hamil yang terinfeksi virus ini akan mengalami meninggal dunia.
βHepatitis E yang muncul menjadi masalah yang serius. Apalagi sekitar 85% babi di Inggris membawa virus yang cukup kuat.β kata Dr. Harry Dalton, seorang konsultan di Royal Cornwall Hospital di Truro, Inggris kepada DailyMail.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN