Pat's Backcountry Beverages menawarkan solusi praktis membawa bir saat berkemah, yakni sepaket carbonator dan konsentrat. Campurkan saja konsentrat bir 49% alkohol yang seperti sirup dengan air hingga menjadi 473 ml bir berkadar alkohol 5%.
Tentu tak enak rasanya jika bir datar saja tanpa gelembung-gelembung udara di dalamnya. Anda bisa memasukkan campuran bir tadi ke carbonator yang berwujud seperti botol minum plastik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pat Tateraterinspirasi membuat sistem bir portable ini saat melakukan perjalanan backpacking 17 tahun lalu ke Canyonlands National Park di Utah, Amerika Serikat. Tatera dan kawan-kawannya yang hendak berkemah dan melakukan kegiatan alam lainnya jadi teringat terus akan bir dingin yang disimpan di mobil.
"Dari titik itulah, seharusnya ada cara pintar untuk membawa bir ketika Anda sedang berpetualang outdoor yang ringan seperti ini," kenang Tatera, seperti dilansir Gizmag (08/08/13). Teka-teki inipun menghantui Tatera selama bertahun-tahun.
Akhirnya, sekitar lima tahun lalu, pria yang berlatar belakang teknik kimia dan produksi bir rumahan ini mulai serius membuat produk komersil. Ia menciptakan Hybrid Brewing Technology, yakni konsentrat bir yang berubah menjadi segelas bir berbuih dalam hitungan menit hanya dengan air dan karbonasi.
Menurut Tatera, selama berpuluh-puluh tahun para produsen bir sudah mencoba membuat konsentrat. Coke dan Pepsi bisa menghemat biaya pengiriman dengan menerapkan cara ini, namun industri bir selalu gagal. Mereka selalu berusaha mengurangi kandungan air dari bir, padahal teknik ini membuang banyak energi.
"Bagaimana jika sejak awal kita tak menambahkan air?" pikir Tatera. Iapun mengembangkan metode membuat konsentrat bir tanpa harus mengurangi kadar air saat birnya sudah jadi.
Tatera tetap menggunakan bahan-bahan yang sesuai dengan aturan Jerman, yakni barley, air, hop, dan ragi. Di tempat produksinya juga ada alat-alat standar pembuatan bir seperti fermentor, mash tun, dan brew kettle. Namun, selain itu ia juga menggunakan teknologi canggih seperti di film-film sci-fi.
Sayang, menurut Gizmag, rasa bir varian Pale Railnya kurang pekat dibanding pale ale biasa sehingga terasa seperti air berkarbonasi dengan rasa bir. Selain itu, membuat bir akan sulit jika kita bepergian ke tempat yang sulit air bersih. Tak mungkin kan kita berkemah sambil membawa bergalon-galon air minum demi membuat bir dan menghidrasi tubuh keesokan harinya?
Bagaimanapun juga, produk ini memiliki kelebihan lain selain mudah dibawa. Rasa dan karakter bir bisa kita mainkan dengan mengatur jumlah air dan karbonasi. Selain itu, carbonatornya juga bisa berfungsi sebagai botol minum biasa.
Metode pembuatan bir inipun berpotensi merevolusi industri bir dengan menekan biaya pengiriman, pengemasan, dan distribusi bir. Tatera sudah membicarakan kemungkinan tersebut baik dengan industri berskala besar maupun kecil.
Tertarik membeli? Carbonator-nya ditawarkan dengan harga $29.95 (Rp 308.000) atau $39.95 (Rp 411.000) jika sepaket dengan enam bungkus bubuk karbonasi. Konsentratnya sendiri baru akan diluncurkan September mendatang dengan dua rasa, yakni Pale Rail dan Black IPA, dengan harga $9.95 (Rp 102.000) per empat pak.
Pat's Backcountry Beverages berencana menambah varian rasa baru setiap bulan seperti nut brown, American lager, pilsner, dll. Selain bir, Tatera juga menyediakan konsentrat soda dengan rasa pomegranate cola dan spicy ginger ale yang bisa dibuat dengan carbonator yang sama.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN