Wah, Dengan Alat Ini Larva Bisa Diternakkan di Rumah!

Wah, Dengan Alat Ini Larva Bisa Diternakkan di Rumah!

Deani Sekar Hapsari - detikFood
Jumat, 02 Agu 2013 11:05 WIB
Foto: Kunger.at
Jakarta -

Larva dan ulat dipromosikan menjadi alternatif protein pengganti daging. Untuk memudahkan persediaan bahan makanan ini seorang desainer asal Austria hadir dengan ide cemerlang. Ia menciptakan sebuah alat yang bisa mengembangbiakkan larva di dapur.

Alat bernama Farm 432 ini adalah buah pikiran seorang desainer industrial bernama Kathrina Unger lulusan University of Applied Arts di Wina, Austria. β€œPada tahun 2050, produksi daging akan meningkat hingga 50%. Dengan pertimbangan kita sudah memakai sepertiga lahan untuk makanan ternak, kita harus mencari alternatif sumber makanan dan cara membudidayakannya,” tutur Kathrina dalam website resmi Kunger.at (01/08/2013).

Untuk menghasilkan larva higienis yang bisa langsung disantap, Farm 432 membutuhkan larva lalat Black Soldier. Varian tersebut menjadi pilihan terbaik karena tidak membutuhkan banyak makanan dan larvanya mengandung 42 persen protein serta kaya kandungan asam amino.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah pembuatannya, pertama masukkan beberapa larva lalat Black Soldier ke tabung dalam alat tersebut. Dalam waktu 432 jam, larva tersebut akan tumbuh dan terbang dari lubang-lubang ditengah alat dan berpindah ke tabung bening lebih besar. Setelah itu, mereka akan bereproduksi dan menjatuhkan beberapa larva dalam rak penyimpanan.

Satu gram telur lalat Black Soldier bisa menjadi 2,4 kg protein layak konsumsi setelah 432 jam. Selama seminggu, Anda bisa memanen sekitar 500 gram larva yang cukup untuk dua hidangan. Kathrina menambahkan larva yang dihasilkan mempunyai tekstur renyah dan rasa yang mirip daging.

Alat ini terntunya menarik perhatian dunia, mengingat selama bertahun-tahun Food and Agriculture Organization PBB menganjurkan konsumsi serangga. Seperti kumbang, ulat, dan belalang sebagai sumber alternatif protein daging. Langkah ini juga dinilai jauh lebih ramah lingkungan karena serangga tidak memerlukan lahan besar untuk dikembangbiakan.

(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads