Ketopat Lonan, Ketupat Bungkus Kain Putih dari Lampung

Ulasan Khusus: Ketupat

Ketopat Lonan, Ketupat Bungkus Kain Putih dari Lampung

- detikFood
Selasa, 23 Jul 2013 09:32 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Tradisi makan ketupat juga dijalankan di tiap daerah, termasuk Lampung yang berada di ujung Selatan Sumatera. Meski sama-sama terbuat dari beras, namun ketupat disini tidak dibungkus dengan janur. Lampung punya ketupat yang unik.

Di Lampung, ketupat disebut juga dengan Ketopat yang disajikan saat lebaran. Biasanya ada beberapa jenis yang disajikan, yaitu Ketopat Lonan, Buras dan Sekubal Lapis. Ketiga sajian ini tidak dibungkus dengan janur melainkan dengan kain belacu dan daun pisang.

Untuk Ketopat Lonan dibungkus dengan kain belacu, Jenis ketupat ini sudah mulai sulit dijumpai karena kain pembungkus ketupat susah di dapat. Meski begitu, dibeberapa daerah di Lampung masih ada yang menyajikannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum digunakan untuk membungkus ketupat, kain belacu dipotong segi empat panjang dan dijahit sisi-sisinya. Ketopat Lonan terbuat dari beras yang diberi satu sendok makan air kapur pada bilasan terakhir saat mencuci beras.

Setelah ditiriskan, beras bisa langsung di masukkan ke dalam kantung belacu setengah bagian saja. Kemudian jahit bagian kain yang terbuka hingga semua sisi tertutup. Lalu direbus setengah matang dan buang air tajin pada kain dengan cara dipukul-pukul dengan punggung sendok. Kemudian direbus kembali hingga matang.

Buras juga menjadi sajian utama saat lebaran di Lampung. Terbuat dari beras, santan dan garam. Mulanya beras dicuci bersih dan ditiriskan, kemudian dimasak dengan santan kelapa dan garam hingga santan habis terserap oleh beras.

Sebelum dibungkus daun pisang, aronan beras harus didinginkan. Biasanya dalam selembar daun pisang hanya diberi 4-5 sendok makan aronan beras. Lalu dibungkus sambil dipipihkan dan lipat kedua ujungnya. Bentuknya persegi panjang pipih dan ikat dengan tali. Karena direbus dengan santan kelapa, tak heran jika hidangan ini rasanya gurih dan lembut.

Berbeda dengan sekubal lapis yang terbuat dari beras ketan putih dan dimasak dengan santan kelapa dan garam. Agar bulat sempurna, sekubal lapis dicetak dengan cetakan bambu dan tiap cetakan terdapat 10 buah bundaran ketan. Bisa juga diikat dengan tali membentuk 10 ikatan dan rebus selama 2-3 jam. Teksturnya yang kenyal gurih lebih cocok dimakan dengan rendang atau sambal terasi.

Dua jenis ketupat ini tidak disajikan sendirian. Biasanya lauk-pauk khas Lampung seperti Lumpak-lumpuk, Sambal Cengek dan Masak Lapis yang terbuat dari daging sapi atau hati sapi dan santan disajikan menjadi satu menu sajian lebaran. Tak lupa kue Tar Piring dan Tar Intir disajikan untuk pencuci mulutnya.


(flo/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads