Pernahkah Anda berpikir mengapa sejak kecil anak sudah berbicara dengan logat Jawa medok? Menurut sebuah penelitian, dialek daerah sudah mendarah daging dalam diri kita. Bahkan, tangisan bayi baru lahir sudah menunjukkan awal aksennya.
Pada 2009, ilmuwan dari University of Wurzburg di Jerman memelajari pola tangisan bayi di lima hari pertama hidupnya. Mereka menemukan bahwa tangisan bayi Prancis memiliki aksen Gallic yang khas, sementara bayi Jerman memiliki aksen Teutonic.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adaptasi atau perubahan logat ini membuat otak bekerja keras, baik dalam kekuatan kognitif maupun kendali motorik. Namun, otak akan sulit mengontrol cara kita mengucapkan kata-kata jika sedang berada di bawah pengaruh alkohol. Makanya, mudah saja menebak asal daerah seseorang jika ia sedang mabuk.
"Kita bicara melantur. Semakin sulit mempertahankan koordinasi dan kontrol motorik yang diperlukan untuk berbicara," jelas Dr Amee Shah, direktur Research Laboratory in Speech Acoustics & Perception di Cleveland State University, Amerika Serikat, saat diwawancara NBC News.
Hal ini juga terlihat saat seseorang sedang lelah atau sakit, di mana seluruh daya otak yang tersedia dikerahkan untuk mengatur hal-hal yang paling mudah saja.
"Sebagai orang India, saya berhasil mengubah aksen India saya. Namun, ketika saya lelah, atau bibir saya membeku karena udara musim salju, sulit mengucapkan huruf 'v' seperti dalam 'victor'. Pasalnya, hal termudah bagi otot dan pikiran saya adalah mengucapkan 'w'," ujar Shah.
Contoh lainnya adalah aktris Hollywood Reese Witherspoon yang ditahan karena mengemudi sambil mabuk April lalu. Saat itu, aksen Louisiana Selatan-nya terdengar lebih jelas daripada yang selama ini kita dengar. Bisa jadi hal ini karena pengaruh alkohol.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN