USDA Usulkan Pemberian Label pada Daging dengan Proses Pengempukan

USDA Usulkan Pemberian Label pada Daging dengan Proses Pengempukan

- detikFood
Rabu, 12 Jun 2013 15:16 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Proses pengempukan daging sering dilakukan oleh industri sapi potong. Meskipun tekstur daging menjadi empuk dan lembut, namun namun jadi lebih mudah terkena bakteri. Agar tetap aman dikonsumsi, USDA menganjurkan untuk memberikan label pada kemasan daging.

Biasanya sebuah industri sapi potong mengandalkan proses tenderizing atau pengempukan. Proses ini dilakukan dengan cara menusuk-nusuk daging dengan jarum. Serat otot pada daging akan pecah dan tekstur daging jadi lebih empuk.

Sayangnya proses ini membuat daging berisiko lebih tinggi untuk terkena bakteri yang bisa menyebabkan keracunan makanan. Apalagi pusat pemotongan daging tidak melakukan proses pemanasan hingga suhu maksimal untuk menghancurkan bakteri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak tahun 2003, Centers for Disease Control and Prevention telah mempelajari lima wabah penyakit di dalam daging sapi akibat proses pengempukkan. Terkait masalah ini, USDA pun meminta para industri makanan untuk memberikan label baru pada daging yang melalui proses pengempukan.

Pelabelan ini berguna untuk memberitahukan konsumen mengenai makanan yang dibeli. Jika konsumen tahu, daging sapi yang dibelinya menggunakan proses pengempukkan, mereka pun akan memasaknya sedikit lebih lama.

β€œAturan ini diusulkan untuk meningkatkan keamanan pangan dengan memberikan label yang jelas pada produk daging sapi, terutama yang melalui proses pengempukan. Agar kosumen tahu cara mengolahnya sehingga lebih aman untuk dikonsumsi.” terang Elisabeth Hagen selaku Wakil Menteri USDA, seperti dilansir NPR (11/6/2013).

Chef Bruce Mattel dari Culinary Institute of America, angkat bicara mengenai aturan baru ini. Menurutnya, kebijakan USDA mengenai label-label baru pada kemasan daging harus dilakukan guna membantu para konsumen.

β€œSeorang juru masak yang berpengalaman dapat menilai tingkat kematangan melalui tampilan makanan. Namun cara terbaik untuk menentukan kematangan adalah dengan menggunakan termometer. Cara ini juga bisa dilakukan oleh semua orang.” tambah Mattel.

Matel juga menyarankan jika ingin memasak daging di rumah sebaiknya dimasak dalam suhu minuman 160 derajat Fanrenheit atau sekitar 71,1 derahat Celcius. Pada suhu ini diyakini efektif membunuh kuman bakteri yang ada di dalam daging.

(dyh/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads