Laboratorium di Belanda Hasilkan Daging Burger Seharga Rp 3,1 Milyar

Laboratorium di Belanda Hasilkan Daging Burger Seharga Rp 3,1 Milyar

- detikFood
Jumat, 17 Mei 2013 14:41 WIB
Foto: Thinkstock / New York Times
Jakarta - Permintaan daging sapi dunia yang semakin meningkat mendorong banyaknya peternakan dan memicu efek buruk lingkungan. Sebuah laboratorium di Belanda mengembangkan produk daging sapi buatan laboratorium yang bernilai Rp 3,1 Milyar!

Dr. Post selaku kepala peneliti berhasil membuat 150 gram hamburger yang disebut sebagai vitro meat atau cultured meat. Hamburger ini terbuat dari bagian kecil jaringan otot sapi yang dikembangkan di laboratorium. Kelak daging ini akan bisa dinikmati di sebuah acara yang diadakan di London.

β€œKami ingin membuktikan sebuah konsep dan menjawab banyak tantangan bahwa hal ini tidak bisa dilakukan. Namun, kami butuh bantuan dana untuk bisa menghasilkan produk ini,” tutur Dr. Post kepada New York Times (15/05/2013) di Maastricht University.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dr. Post mengembangkan daging hamburger menggunakan sel induk dari leher sapi, sel pemula yang dapat membentuk otot. Teknik ini diadpatasi dari penelitian medis untuk menumbuhkan jaringan tubuh dan organ, sebuah bidang yang dikenal dengan nama tissue engineering.

Sel induk itu lalu dituangkan dalam wadah plastik. Nutrisi dalam medium yang berkembang itu akan berkurang dan memaksa mereka untuk terpecah menjadi sel otot. Seiring waktu, sel-sel tersebut bergabung membentuk serat otot primitif bernama myotubes dan dengan sendirinya menambah kandungan protein.

Hasilnya, potongan tipis jaringan sekitar panjang1,2 cm dan 0,1 cm diameternya yang terlihat seperti mie pink tipis. Jaringan tersebut harus dalam bentuk tipis karena sel harus dekat dengan sumber nutrisi supaya tetap hidup. Dalam satu burger terdapat 20.000 jaringan cultured meat.

Burger ini tercipta dengan riset berharga yang mencengangkan yaitu 250.000 euro atau sekitar $325.000 ( Rp 3,1 Milyar). Produksi cultured meat skala besar yang bisa bersaing harga dengan daging biasa di supermarket mungkin belum bisa diwujudkan dalam waktu dekat.

Tapi, peneliti lainnya menegaskan sejak ada batasan seberapa sering sel myosatellite bisa direporduksi, produk daging kreasi Dr. Post tidak akan pernah bebas dari unsur hewani. Karena dalam pembuatan vitro meat ini butuh persediaan jaringan otot sapi untuk membentuk sel baru.

(flo/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads