Arsenik merupakan sejenis unsur kimia dengan nomor atom 33. Umumnya digunakan sebagai obat pestisida atau pembunuh hama pada tanaman. Jenis obat hama ini juga sering digunakan pada tanaman padi, dan bisa menyebabkan dampak negatif dalam jangka panjang.
Menurut laporan The Daily Meal (3/5/2013), para ahli memperingatkan bahwa kandungan arsenik pada beras di Amerika semakin banyak. Arsenik dalam beras ini umumnya dikonsumsi banyak orang sebagai makanan pokok untuk dewasa juga anak-anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam artikel yang diterbitkan oleh Consumer Reports bulan November 2012, beberapa orang mendesak untuk membatasi konsumsi beras karena takut akan bahaya arsenik. Bahkan semua produk beras di dalam rumah harus disingkirkan.
Sebenarnya arsenik tersedia dalam dua bentuk. Arsen organik merupakan kombinasi antara elemen karbon dengan hidrogen. Sedangkan bentuk inorganik terbentuk dari kombinasi oksigen, chlorine dan sulfur dan bersifat toksik atau lebih beracun.
Tidak hanya beras, ternyata air panas dan jus apel juga mengandung arsenik. Hal inipun telah dibuktikan langsung oleh Dr. Mehmet Oz pada bulan September 2011. Namun berdasarkan studi yang ditemukan oleh Consumer Reports, kandungan arsenik anorganik pada beras dan produk beras dianggap mengkhawatirkan.
Dalam penelitian ini Consumer Reports, menguji 200 sampel berbagai merek produk beras termasuk beras basmati non organik, beras basmati, beras merah, sereal beras, dan kue berbahan dasar beras. Setelah hasilnya diketahui, Consumer Reports-pun mendesak masyarakat untuk membatasi konsumsi produk beras dan beras untuk meminimalkan risiko terkena bahaya arsenik.
Sayangnya FDA tidak sependapat dengan hasil penelitian ini. Mereka menyarankan agar masyarakat tetap tenang karena penelitian ini masih terlalu awal. FDA menyarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besarnya pengaruh dan tingkat kandungan arsenik di tiap jenis beras.
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN