Sebuah studi yang dilakukan oleh Michigan State University, Amerika Serikat ini merupakan penelitian pertama yang melihat lebih jauh peran jenis kelamin dalam tingkat konsumsi makanan berlebihan. Penelitian ini melibatkan sekelompok tikus percobaan yang hasilnya bisa diimplikasi ke manusia.
Binge eating atau konsumsi makanan berlebihan adalah gejala utama dari kebanyakan gangguan makan seperti bulimia dan anoreksia. Wanita berisiko 4 hingga 10 kali lipat mengidap gangguan makanan daripada pria.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studi ini juga menunjukkan bahwa faktor biologis juga berpengaruh karena tikus percobaan tidak mempunyai tekanan untuk kurus seperti manusia.
Klump dan timnya menjalankan studi dengan memberi makan 30 tikus wanita dan 30 tikus pria selama dua minggu. Mereka mengganti makanan tikus dengan frosting vanilla secara berkala. Dalam hasil yang dipublikasikan di International Journal of Eating Disorders tikus betina mempunyai tingkat kecenderungan konsumsi frosting lebih tinggi enam kali lipat dibandingkan yang jantan.
Saat ini peneliti MSU menguji tikus-tikus tersebut untuk melihat apakah otak tikus wanita lebih sensitif dan responsif terhadap stimuli sistem reward otak seperti makanan tinggi lemak dan gula yang bisa memicu konsumsi makanan berlebihan.
βPeneliti ini menyimpulkan ada perbedaan biologis antara pria dan wanita yang perlu diteliti lebih jauh untuk mengerti faktor risiko dan mekanismenya,β tambah Klump.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN