Tim psikolog di University of California, San Diego, Amerika Serikat ingin melihat berapa banyak konsumsi soda saat pilihan minuman mereka dibatasi untuk mengevaluasi larangan minuman manis ukuran besar.
Studi ini melibatkan 100 mahasiwa dan mahasiswi yang disajikan sampel menu untuk lokasi seperti stadion, bioskop, dan restoran cepat saji. Setelah itu mereka diminta untuk menandai makanan dan minuman yang akan dipilih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti menemukan banyak partisipan yang membeli soda dalam bentuk paket daripada menu dengan satu minuman. Dengan rata- rata 89 ml lebih banyak dan 355 ml lebih banyak dari menu satu minuman. Dengan paket dua minuman ini, para pebisnis juga mendapatkan pendapatan lebih banyak.
βStudi kami menunjukkan minuman berukuran lebih besar biasanya ditawarkan dalam bentuk paket, dan orang lebih cenderung memilih paket minuman tersebut,β tutur Brent Wilson, a Ph.D. selaku kepala peneliti kepada New york Daily News (11/03/2013).
Dalam kesimpulan penelitian dikatakan jika sebuah kota ingin menetapkan larangan soda ukuran besar seharusnya juga memikirkan solusi untuk mempertahankan pendapatan para pebisnis.
βMasyarakat mengonsumsi sedikit soda saat minuman ukuran kecil ditawarkan, konsumen melakukan apa yang pembuat kebijakan inginkan. Tetapi, para manager akan memikirkan cara untuk mengambil keuntungan,β tutur Wilson.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN