Apakah Pembatasan Konsumsi Soda di New York Benar-benar Efektif?

Apakah Pembatasan Konsumsi Soda di New York Benar-benar Efektif?

- detikFood
Kamis, 11 Apr 2013 14:15 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Pelarangan penjualan soda ukuran besar di atas 473 ml yang ditetapkan Walikota New York dianggap menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi obesitas. Tapi, dengan banyak toko yang menawarkan promo minuman manis ukuran medium, apakah kebijakan tersebut efektif ?

Tim psikolog di University of California, San Diego, Amerika Serikat ingin melihat berapa banyak konsumsi soda saat pilihan minuman mereka dibatasi untuk mengevaluasi larangan minuman manis ukuran besar.

Studi ini melibatkan 100 mahasiwa dan mahasiswi yang disajikan sampel menu untuk lokasi seperti stadion, bioskop, dan restoran cepat saji. Setelah itu mereka diminta untuk menandai makanan dan minuman yang akan dipilih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa menu menawarkan sampling tradisional dari minuman 473, 709, dan 946 ml yang dihargai masing-masing Rp 15.00), $1.Rp 17.000 dan Rp 19.000. Menu lainnya menawarkan minuman 473 ml seharga Rp 19.000, paket dua 354 ml seharga Rp 17.000 dan paket dua minuman 473 ml dengan harga Rp 19.000. Tipe menu ketiga menawarkan 473 ml seharga Rp 15.000.

Peneliti menemukan banyak partisipan yang membeli soda dalam bentuk paket daripada menu dengan satu minuman. Dengan rata- rata 89 ml lebih banyak dan 355 ml lebih banyak dari menu satu minuman. Dengan paket dua minuman ini, para pebisnis juga mendapatkan pendapatan lebih banyak.

β€œStudi kami menunjukkan minuman berukuran lebih besar biasanya ditawarkan dalam bentuk paket, dan orang lebih cenderung memilih paket minuman tersebut,” tutur Brent Wilson, a Ph.D. selaku kepala peneliti kepada New york Daily News (11/03/2013).

Dalam kesimpulan penelitian dikatakan jika sebuah kota ingin menetapkan larangan soda ukuran besar seharusnya juga memikirkan solusi untuk mempertahankan pendapatan para pebisnis.

β€œMasyarakat mengonsumsi sedikit soda saat minuman ukuran kecil ditawarkan, konsumen melakukan apa yang pembuat kebijakan inginkan. Tetapi, para manager akan memikirkan cara untuk mengambil keuntungan,” tutur Wilson.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads