Ulasan Khusus: Yogurt

Apa Kehebatan Greek Yogurt Dibandingkan Yogurt Biasa?

- detikFood Selasa, 19 Mar 2013 17:03 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Setelah frozen yogurt, kini kita mulai banyak mendengar Greek yogurt. Yogurt jenis ini dinilai memiliki beberapa manfaat lebih dibanding yogurt biasa. Apa itu Greek yogurt, dan apa bedanya dengan yogurt biasa?

Greek yogurt atau labneh merupakan yogurt yang disaring sehingga menghasilkan tekstur kental antara yogurt dan keju. Rasanya asam khas yogurt. Greek yogurt bisa disantap begitu saja atau dimasak, serta bisa dijadikan hidangan gurih atau manis. Greek yogurtpun bisa menjadi alternatif mentega yang lebih menyehatkan.

Greek yogurt berarti yogurt dalam bahasa Yunani. Padahal, di negara tersebut sebagian yogurtnya tidak disaring. Yogurt kental ini juga menjadi makanan pokok di banyak negara selain Yunani. Sebenarnya, Greek yogurt menjadi sebutan populer untuk yogurt saring karena merek yogurt asal Yunani, Fage, sukses memasarkannya.

Tahapan awal pembuatan Greek yogurt sama saja dengan yogurt biasa. Namun, setelah jadi, yogurt disaring agar wheynya (cairan) terbuang sehingga menghasilkan tekstur yang lebih kental.

Untuk membuat Greek yogurt, yogurt biasanya dimasukkan ke kain kasa dan digantung selama beberapa jam. Di bawahnya terdapat panci untuk menampung tetesan cairan whey. Bisa juga dengan meletakkan sangku nasi berlapis kain kasa ke dalam baskom, lalu yogurt dituangkan ke dalam kasa dan sangku. Tutup sangku dengan piring, lalu tempatkan semuanya di kulkas. Biarkan selama beberapa jam.

Lantas, apakah benar Greek yogurt lebih baik daripada yogurt biasa? Menurut US News, Greek yogurt memang lebih unggul dalam kandungan sodium, gula (karbohidrat), dan protein. Namun, untuk urusan lemak jenuh, kolesterol, dan kalsium, yogurt biasa lebih baik.

Para pecinta lingkungan juga mungkin tak tergoda dengan Greek yogurt. Pasalnya, menurut situs NPR (21/11/12), pabrik Fage di Amerika Serikat bisa menghabiskan 1,8 kg susu untuk menghasilkan 1/2 kg Greek yogurt saja!

Ke mana sisanya? Ternyata, yang terbuang adalah cairan tipis bernama whey. Whey yang dihasilkan dalam pembuatan keju memang merupakan sumber laktosa dan konsentrat protein. Namun, pada pembuatan Greek yogurt, wheynya mengandung zat padat lebih sedikit. Rasanyapun lebih asam, jadi tak bisa dimanfaatkan.

Di Eropa Barat dan Amerika Serikat, Greek yogurt sedang menjadi tren, terutama bagi orang-orang yang ingin ramping. Mereka menyukai teksturnya yang lebih kental namun tetap rendah lemak.

Pertumbuhan pasar Greek yogurt di Amerika Serikat naik dari 1% di 2007 menjadi 36% saat ini. Menurut Huffington Post (05/03/13), Greek yogurtpun berpotensi mencapai 50% pangsa pasar yogurt.

(dyh/odi)