Hal ini dibuktikan oleh peneliti dari Technical University Jerman dan University of Vienna Austria. Mereka meminta peserta studi menyantap 500 gram yogurt yang diberi minyak zaitun, lemak babi, mentega, atau minyak canola (rapeseed oil). Yogurt ini harus dikonsumsi sebagai selingan makanan sehari-hari mereka.
Setelah tiga bulan, diketahui bahwa partisipan yang memakan yogurt minyak zaitun memiliki kadar hormon serotonin paling tinggi dalam darah mereka. Hormon ini berfungsi mengendalikan rasa kenyang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minyak zaitun sebenarnya memiliki kadar asam lemak setara dengan minyak canola. Lantas, apa yang membuatnya terasa lebih mengenyangkan? Setelah melakukan penelitian lanjutan, para ilmuwan menemukan bahwa aroma minyak zaitun berefek hebat terhadap nafsu makan.
Sukarelawan yang menyantap yogurt dengan ekstrak aroma minyak zaitun mengonsumsi rata-rata 176 kalori lebih rendah dibanding orang yang hanya menyantap yogurt.
"Kelompok yang memakan yogurt beraroma menyesuaikan kebiasaan makan mereka, sementara yang menyantap yogurt saja tidak bisa melakukan hal yang sama," jelas Schieberle. Ia menambahkan bahwa kelompok yang hanya memakan yogurt memiliki kadar serotonin lebih rendah dalam darah mereka.
Menurut Schieberle, temuan ini menunjukkan bahwa aroma mampu menimbulkan perasaan kenyang. "Kami harap studi ini dapat membukakan jalan bagi pengembangan produk rendah lemak yang lebih efektif namun mengenyangkan," pungkasnya.
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN