Yomari atau yamari berasal dari dua kata Nepal Bhasa, yakni 'ya' yang artinya 'menyukai' dan 'mari' yang artinya 'roti'. Jadi, secara harfiah, yomari berarti roti yang disukai. Di Nepal, kue yang dikukus dan disajikan panas ini sangat populer sebagai makanan musim dingin karena teksturnya yang lembut kenyal.
Yomari mirip dengan jantung pisang atau jantung manusia. Bagian bawahnya mengerucut dan menggembung, bagian tengahnya mengecil, lalu bagian atasnya bercabang hampir seperti antena. Konon, bentuk segitiga ini adalah representasi simbolis 1,5 bagian dari shadkona, simbol Saraswati dan kebijakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pakar budaya Dr. Chunda Bajracharya, bahan yang digunakan dalam yomari membantu menghasilkan panas dalam tubuh. Yomari juga menandakan empat elemen yang dibutuhkan untuk hidup.
"Warna putih yomari melambangkan langit dan air, biji wijen menyimbolkan bumi, rongga dalam yomari mewakili udara, sementara chaku menandakan energi," ujarnya, seperti dikutip dari The Himalayan Times (14/12/12).
Yomari memainkan peranan penting bagi masyarakat Newar di Nepal. Menurut mitos, ada pasangan yang memberikan yomari kepada dewa kemakmuran, Kubera, yang sedang menyamar. Kubera lalu mengungkapkan identitas aslinya dan memberkati pasangan tersebut dengan harta benda.
Kubera juga mengumumkan bahwa barang siapa membuat yomari berbentuk dewa-dewi saat bulan purnama di bulan Desember, lalu menyembah dewa selama empat hari, akan terhindar dari kemiskinan. Dikatakan bahwa semakin panjang ekor yomari, semakin pendek musim dingin pada bulan Desember/Januari.
Dari sini, diselenggarakanlah festival Yomari Punhi pada hari kedua bulan purnama. Doa-doa dipanjatkan, sementara yomari disimpan dan tak dimakan di hari tersebut. Barulah pada hari keempat, masyarakat Newar menyantap yomari sebagai karunia dari dewa. Praktik ini menandai akhir festival Yomari Punhi.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN